Skip to main content
x
Wakil Bupati Rejang Lebong Ikuti Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Bersama Pusat, 17/09/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Wakil Bupati Rejang Lebong Ikuti Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Bersama Pusat

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, SSTP, MSi, menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Senator Peduli Ketahanan Pangan yang berlangsung di Balai Raya Semarak, Bengkulu, pada Rabu (17/09/2025). 

Forum ini dihadiri juga oleh Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, serta kepala dinas pertanian.

Hendri menyebutkan bahwa agenda tersebut sejalan dengan program ketahanan pangan yang tengah dijalankan di Rejang Lebong. "Saat ini, Rejang Lebong melaksanakan cetak sawah baru seluas 1.075 hektare di sejumlah desa, termasuk Tanjung Gelang dan Sukarami. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program nasional Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkab telah mengusulkan tambahan 2.500 hektare sawah baru dalam anggaran 2026, yang direncanakan akan difokuskan di beberapa kecamatan strategis.

Dalam rapat tersebut, peserta menyoroti masalah irigasi persawahan yang sumber airnya berada di kawasan hutan lindung. Jarak sumber air sekitar 2,8 kilometer, tetapi alirannya belum dapat dimanfaatkan karena terkendala izin pemanfaatan kawasan hutan. Rencana pembangunan irigasi tertutup dengan anggaran Rp 2,5 miliar juga terhambat oleh persyaratan izin kehutanan dan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang diperkirakan memerlukan biaya sekitar Rp 1 miliar.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi juga membeberkan kendala dalam rencana pembangunan kolam retensi di wilayahnya. Hambatan terjadi karena aturan baru dari Kementerian Pertanian dan Kementerian ATR/BPN yang melarang alih fungsi lahan baku sawah tanpa izin. "Jika 2 hektare ini kita bebaskan, maka lebih dari 100 hektare sawah bisa diselamatkan dari banjir. Daripada setiap tahun tenggelam dan tidak bisa ditanami, lebih baik kita relakan sebagian kecil demi kepentingan yang lebih besar,” kata Dedy.

Ia berharap masalah tersebut segera dituntaskan mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Anggaran sekitar Rp 13 miliar sudah disiapkan, dan jika pembebasan lahan berjalan lancar, pembangunan kolam retensi ditargetkan mulai tahun depan.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah pusat siap membantu. Ia bahkan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait izin irigasi. “Untuk pinjam pakai kawasan hutan, akan kita komunikasikan. Prinsipnya, kebutuhan air untuk persawahan harus dipenuhi tanpa menyalahi aturan,” kata Amran.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyambut baik perhatian pemerintah pusat tersebut, mengatakan, “Koordinasi lintas sektor perlu dipercepat agar program ketahanan pangan di Bengkulu berjalan optimal.”