NTP Bengkulu Turun, Harga Hasil Pertanian Lebih Tinggi
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di Provinsi Bengkulu pada April 2023, nilai tukar petani (NTP) turun 1,46 persen dibandingkan NTP Maret 2023, yaitu dari 144,32 menjadi 142,21 poin.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengatakan, penurunan NTP disebabkan oleh penurunan pada indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dari penurunan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal.
"Penurunan dipengaruhi dua subsektor yaitu hortikultura sebesar 4,80 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,71 persen. Sementara tiga subsektor lainnya meningkat yaitu tanaman pangan 0,60 persen, peternakan sebesar 1,64 persen, dan perikanan 1,92 persen," ujar Kepala BPS, Jumat (5/5/23).
Kemudian secara keseluruhan indeks harga yang diterima oleh petani (It) turun sebesar 1,52 persen dibanding It Maret 2023, yaitu dari 170,11 menjadi 167,52. Penurunan dipengaruhi oleh turunnya dua subsektor pertanian, yaitu hortikultura 4,73 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,78 persen.
"Sedangkan tiga subsektor yang mengalami peningkatan yaitu tanaman pangan 0,54 persen, peternakan 1,83 persen, dan perikanan 1,46 persen," paparnya.
Dari segi indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib), dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
"Ib turun 0,06 persen dibanding Maret, yaitu dari 117,87 menjadi 117,80. Penurunan terjadi pada tiga subsektor pertanian, yaitu tanaman pangan 0,06 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,07 persen, dan perikanan sebesar 0,46 persen. Sementara dua subsektor yang mengalami peningkatan adalah subsektor hortikultura 0,07 persen dan peternakan sebesar 0,18 persen," papar Win Rizal.
Konsumsi Rumah Tangga Petani atau IKRT merupakan salah satu komponen nilai yang dibayar oleh petani. Di Provinsi Bengkulu pada April 2023 terjadi penurunan IKRT secara umum sebesar 0,07 persen.
Turunnya nilai IKRT ini disebabkan oleh penurunan cukup signifikan yang terjadi pada salah satu kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang turun sebesar 0,27 persen.
"Sementara tiga kelompok pengeluaran dengan kenaikan tertinggi adalah pakaian dan alas kaki 1,25 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,22 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,13 persen," kata Rizal.
Pada Maret 2023, tiga Provinsi di wilayah Sumatera mengalami peningkatan NTP, sementara tujuh Provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Peningkatan NTP paling besar di wilayah Sumatera terjadi di Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami peningkatan dari 103,61 menjadi 105,17 pada April 2023, atau mengalami peningkatan sebesar 1,50 persen.
Sedangkan penurunan NTP paling besar terjadi di Provinsi Riau yang turun dari 161,24 2023 menjadi 157,34, atau mengalami penurunan sebesar 2,42 persen.
"NTP paling tinggi di wilayah Sumatera terdapat pada Provinsi Riau sebesar 157,34 sedangkan NTP paling rendah terdapat pada Provinsi Lampung sebesar 104,32. Provinsi Bengkulu dengan NTP 142,21 menempati urutan ketiga se Sumatera," demikian Rizal.(**)