Skip to main content
x
Bupati Kaur Hadiri Rakor KPK, 20/11/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Bupati Kaur Hadiri Rakor KPK, Bengkulu Tingkatkan Pencegahan Korupsi

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP, menghadiri Rakor Evaluasi SPI 2024 untuk penguatan IPKD dan IIN 2025 di Bengkulu, Kamis (20/11), bersama jajaran KPK RI.
 
Rakor dipimpin oleh Plt Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo, yang memaparkan skor IIN Provinsi Bengkulu 2024 sebesar 71,53, yang masih dikategorikan sebagai wilayah rentan korupsi. Rakor diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Provinsi Bengkulu.
 
Agung menyampaikan bahwa area yang harus diperkuat adalah pencegahan praktik kecurangan dan fraud di sektor pengadaan barang/jasa.
 
“Beberapa area yang paling lemah sesuai hasil SPI dan MGSB 2025 adalah pada kegiatan pengadaan barang dan jasa. Termasuk pengadaan melalui katalog yang kini juga memiliki potensi korupsi lebih tinggi,” ujar Agung.
 
Ia menjelaskan, kehadiran KPK di Bengkulu sejak awal pekan merupakan bagian dari upaya penguatan sistem pencegahan korupsi agar selaras dengan target perbaikan tahun 2025.
 
“Kami ingin Bengkulu aman, terkendali, dan bebas dari praktik korupsi. Semua program pemerintah yang mulia harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
 
Bupati Gusril menegaskan bahwa komitmen integritas bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan amanah moral yang harus dijaga oleh seluruh penyelenggara negara.
 
“Integritas adalah tanggung jawab moral kepada rakyat. Kita sebagai pemimpin dan aparatur harus memastikan setiap kebijakan, anggaran, dan pelayanan publik dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
 
Ia menegaskan bahwa komitmen pencegahan korupsi harus dimulai dari setiap pejabat hingga staf di lapangan, mengingat praktik korupsi muncul bukan hanya karena niat, tetapi juga karena lemahnya sistem.
 
“Kita ingin Kaur menjadi daerah yang bersih, dipercaya masyarakat, dan memiliki tata kelola yang kuat. Untuk itu, sistem harus diperbaiki, mentalitas aparatur juga harus diperkuat. Ini kerja bersama, ” tutupnya.