Skip to main content
x
Modus Penipuan Kembali Menyebutkan Nama dan Foto Gubernur Rohidin Mersyah , Senin 10/4/23

Modus Penipuan Kembali Menyebutkan Nama dan Foto Gubernur Rohidin Mersyah

Bengkulu,- Mediasinardunia.com-  Kejahatan penipuan lewat percakapan _whatsapp_ tak ada habisnya lagi yang menguntungan foto dan nama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Kasus pencabutan nama dan foto Gubernur Rohidin Mersyah kerap terjadi berulang kali di Bengkulu. Namun kali ini, pada Senin pagi, 10 April 2024, sebuah foto viral beredar dengan cepat,

menangkap tangkapan layar percakapan dengan seseorang yang diduga dan diyakini sebagai pelaku penipuan yang mengatasnamakan Rohidin Mersyah dan foto yang terlihat. seperti Gubernur Bengkulu asli Rohidin Mersyah. Dalam keterangannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos, MPH membenarkan nomor telepon dan akun _whatsapp_ +62856 6896 9658 sebagai pelaku  kejahatan yang mencatat nama dan foto Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Alhamdulillah, salah satu warga kami cepat menginformasikan kepada kami tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, muncul pesan dari akun WhatsApp yang ternyata adalah Gubernur Rohidin, dan kami telah memastikan bahwa nomor telepon yang digunakan bukan milik Gubernur Rohidin Mersyah yang asli,

" kata Redhwan Arif. Redhwan Arif menambahkan, sentimen warga mendapat pesan dari para penipu ini berkat Gubernur Rohidin Mersyah yang asli dan dikenal luas oleh masyarakat Provinsi Bengkulu, sehingga jika ada kejadian upaya penipuan ini langsung viral melalui pesan. di grup WhatsApp. Masyarakat sendirilah yang melindungi Pak Gubernur Rohidin dari hal-hal yang bermaksud jahat. Kami rasa terima kasih atas respon cepat warga kami,

sehingga informasi tentang aksi penipuan ini cepat terungkap untuk mencegah terjadinya korban," tambah Redhwan Arif. Pencurian layar yang disebar, diduga dan diyakini sebagai aksi penipu, menggunakan nama dan foto Gubernur Rohidin Mersyah. Caranya menyapa dan menawarkan seolah-olah mendapat bagian lelang kendaraan dinas dan calon korban ditawari secara kredit dengan harga murah.