Kasus Diare di Lebong Meningkat Imbas Perubahan Cuaca
Lebong - Mediasinardunia.com - Kasus penyakit diare di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu meningkat imbas perubahan cuaca dengan total 160 kasus diare.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman mengatakan, dari total 160 kasus diare pekan ke 16 sampai 21, kasus terbanyak berdasarkan laporan Puskesmas Muara Aman dengan total 36 kasus, dengan grafik naik turun puncak kasus ada di pekan 18 dan 20.
"Setelah pekan ke 19 grafik stabil dan cenderung turun walaupun tidak drastis," katanya dikutip, Sabtu (03/06/2023).
Lanjutnya, untuk penyumbang kasus terbanyak ada di RSUD Lebong yaitu 66 kasus, dari Laporan RSUD Lebong kasus mulai melonjak sampai 3 kali lipat dari biasanya ada di minggu ke 19, setelah pekan ke 19 grafik turun naik tapi tidak drastic.
"Kenaikan kasus secara drastis ada di pekan ke 19, hal ini kemungkinan berkaitan erat dengan perubahan cuaca di Kabupaten Lebong," lanjutnya.
Ia juga mengatakan, Berdasarkan Permenkes tentang jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangan.
"Maka dari itu kewaspadaan dini terhadap KLB Diare harus segera ditingkatkan dan kami membuat surat edaran ke setiap kepala Puskesmas mengenai kewaspadaan dini KLB diare", ujarnya.
kemudian, dari laporan tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti dari SKDR untuk dilakukan Penyelidikan Epidemiologi oleh Petugas Surveilans dan PJ Diare. Dan akan Koordinasi lintas program dengan Promokes mengenai PHBS.
"Mencukupi stock logistic Zinc dan Oralit di Fasyankes masing-masing", ungkapnya.
tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Lebong. Untuk selalu menjaga kebersihan terutama makanan dan minuman agar dimasak dengan baik.
"Selalu mencuci tangan, pertolongan pertama minum oralit, kalau sakit berlanjut segera ke fasilitas kesehatan terdekat", demikian Rachman.(**)