Ini Catatan dari Fraksi Amanat Keadilan Soal SILPA APBD tahun 2023
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Adanya sejumlah catatan dari Fraksi Amanat Keadilan DPRD Provinsi Bengkulu yang disampaikan dalam Rapat Paripurna Dengan Agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2022 (Sisa Perhitungan).
Mulai dari jalan viral yang rusak, hingga tak maksimalnya penyerapan APBD 2022 sehingga menyisakan Silpa 2022 sebesar Rp 201,34 miliar.
"Jalan rusak yang ada di Provinsi Bengkulu, baik di Kepahiang maupun Kaur. Fraksi Amanat dan Keadilan juga menyoroti realisasi penerimaan pendapatan retribusi daerah yang kembali tidak mencapai target, " kata Sefty Yuslinah sebagai Anggota Fraksinya pada Rabu, (5/7/2023).
Ia menjelaskan realisasi penerimaan pendapatan retribusi daerah yang kembali tidak mencapai target, dari target.
Dengan persentase realisasi hanya sebesar 68,53 persen atau turun 9,67 persen dari tahun sebelumnya sebesar 78,2 persen.
Untuk itu, pihaknya meminta Pemprov Bengkulu mengevaluasi dan dapat meningkatkan pendapatan retribusi daerah, terutama dari sumber – sumber yang potensial.
'Namun hal ini, tidak boleh memberatkan kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah yang masih perlu ditumbuhkan untuk meningkatkan perekonomian daerah," imbuhnya.
Sementara itu, dari sisi belanja daerah, dari sisi belanja modal yang masih banyak belum memenuhi target yang sudah ditetapkan. Juga untuk serapan belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi hanya 90,97 persen.
Kemudian, berkenaan dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2022 yang mencapai Rp 201,34 milyar.
"Hal ini disayangkan karena saat ini banyak keluhan masyarakat terkait infrastruktur yang sampai saat ini belum bisa diakomodir karena keterbatasan anggaran. Makanya raksi Amanat dan Keadilan meminta pemda untuk terus memperbaiki kinerjanya dalam penyerapan anggaran, " tutupnya.