Skip to main content
x
Harga rata-rata bahan pangan komoditas turun pada perdagangan hari ini, Jumat (9/8), pukul 12.00 WIB. Dari 10 daftar harga yang tercatat di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di laman Bank Indonesia, semuanya terpantau lebih murah. (Diky/mediasinardunia.com)

Harga Rata-Rata Bahan Pangan Turun, ID Food Targetkan Produksi Gula Meningkat 27%

Jakarta, Mediasinardunia.com - Harga rata-rata bahan pangan komoditas turun pada perdagangan hari ini, Jumat (9/8), pukul 12.00 WIB. Dari 10 daftar harga yang tercatat di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di laman Bank Indonesia, semuanya terpantau lebih murah.

Secara persentase, harga cabai rawit mengalami penurunan terdalam hingga 6,17% atau Rp4.100/kg menjadi Rp62.350/kg dari sebelumnya Rp66.450/kg pada perdagangan Kamis (8/8). Sementara itu, harga bawang merah turun 3,02% atau Rp900/kg menjadi Rp28.950/kg dari sebelumnya Rp29.850/kg. Harga cabai merah juga lebih murah 2,59% atau Rp1.300/kg menjadi Rp48.950/kg dari Rp50.250/kg.

Di sisi lain, harga daging ayam dibanderol lebih rendah 2,22% atau Rp800/kg menjadi Rp35.200/kg dari Rp36.000/kg. Bawang putih turun 1,30% atau Rp550/kg menjadi Rp41.650/kg dari Rp42.200/kg. Gula pasir lebih murah 0,82% atau Rp150/kg menjadi Rp18.250/kg dari Rp18.400/kg. Harga telur ayam turun 0,67% atau Rp200/kg menjadi Rp29.700/kg dari Rp29.900/kg. Harga minyak goreng juga turun 0,52% atau Rp100/kg menjadi Rp19.100/kg dari Rp19.200/kg.

Selain itu, harga beras turun 0,33% atau Rp50/kg menjadi Rp15.300/kg dari Rp15.350/kg. Harga daging sapi lebih murah 0,15% atau Rp200/kg menjadi Rp135.100/kg dari Rp135.300/kg.

Holding BUMN Pangan ID Food menargetkan produksi gula sebanyak 84.000 ton dari Pabrik Gula (PG) Rajawali II, lebih besar 27% dari produksi tahun sebelumnya. Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto mengatakan bahwa produksi dari PG Rajawali II menjadi penopang pasokan gula dan sumber penghasilan petani tebu di wilayah Jawa Barat. PG Rajawali II dianggap sebagai benteng terakhir industri gula di Jawa Barat.

Sis optimis bahwa target produksi tersebut dapat tercapai, mengingat penjualan perusahaan di wilayah Kota Cirebon tahun lalu mencapai Rp2,1 triliun. Kinerja positif ini sejalan dengan peningkatan kinerja operasional perusahaan.