Skip to main content
x
Kepala Sekolah SMPN 10 Kabupaten Mukomuko Yeni Minarni, S.Pd didemo para siswanya sendiri lantaran sikapnya dianggap arogan. (Alfian tanjung/mediasinardunia.com)

DESAK GANTI KEPALA SEKOLAH SMPN 10 MUKOMUKO YANG AROGAN DI DEMO SISWANYA SENDIRI

Mukomuko - Mediasinardunia.com - Kepala Sekolah SMPN 10  Kabupaten Mukomuko    Yeni Minarni, S.Pd didemo para siswanya sendiri lantaran sikapnya dianggap arogan.

Aksi demo para peserta didik tersebut dilakukan saat apel bersama semua siswa di lapangan halaman SMPN 10 pada Senin, 31 Juli  2023

Dalam aksinya, ruangan kepala sekolah tempat Enny Retno Diwati ngantor disegel, dinding dan kaca kantornya penuh dengan poster bertuliskan berbagai protes dan aspirasi siswa seperti #STOP AROGANSI" dan "MUTASI KEPALA SEKOLAH KAMI".Desakan pergantian Kepsek yang saat ini dijabat oleh Yeni Minarni, S.Pd diduga buntut dari peristiwa sebelumnya.

Kepsek SMPN 10 Yeni Minarni diduga kerap membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan dewan guru di sekolah tersebut. 

Bahkan sebelumnya, dewan guru SMPN 10 sempat melaksanakan aksi mogok kerja menentang kebijakan Kepsek Yeni Minarni.

 

Kota Bengkulu
Kepala Sekolah SMPN 10  Kabupaten Mukomuko Yeni Minarni, S.Pd didemo para siswanya sendiri lantaran sikapnya dianggap arogan. (Alfian tanjung/mediasinardunia.com) 

 

Dalam pantauan mediasinardunia.com, aksi tuntutan pergantian Kepsek ini digelar oleh sejumlah siswa SMPN 10 di halaman gedung sekolah di Jalan Pendidikan, Desa Agung Jaya, Kecamatan Air Manjuto. 

Terkait aksi demo siswa, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Ramon Hoski, ST ketika dihubungi, mengaku telah mengetahui peristiwa aksi tersebut. Kami sedang menuju ke lokasi untuk meninjau aksi untuk itu Bagaimana, nanti kita lihat titik persoalannya,’’ demikian Ramon. 

Salah satu siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebut saja AS, mengatakan, aksi protes yang dilakukannya semua siswa ini karena seringnya kepemimpinan arogan kepala SMPN 10 Mukomuko 
Kami hari ini kompak menyuarakan aspirasi yang sudah lama kami pendam. Sudah beberapa kali kami mencoba (menyampaikan), tetapi kepala sekolah tidak bisa menerima, justru mengancam dan memukul kepalanya dan bahkan membenturkan kepalanya Kedinding karena menyuarakan aspirasinya," kata AS, yang kini duduk di kelas VIII ini, ketika ditanya pada Selasa, Juli 2023

"Masalah (pemicu) awalnya sebenarnya karena sikap arogansi beliau (kepala sekolah). Kepala sekolah yang kami anggap sebagai pemimpin dan orang tua kita di sekolah, tetapi menunjukkan arogansi," beberapa siswa, di tengah-tengah aksi protes.(AT)