Sembilan UMKM Bengkulu Siap Tunjukkan Potensi Produk Syariah ke Wapres
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Sebanyak sembilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu akan memamerkan potensi ekonomi syariahnya kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma'aruf Amin, di Kantor Wilayah Provinsi Bengkulu, Rabu (3/ 23/5) besok.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Erdiwan mengatakan, sembilan UMKM tersebut merupakan usaha yang fokus pada pengolahan sumber daya alam dan kearifan lokal serta ekonomi kreatif yang mengolah konsep ekonomi syariah.
Hal itu disusul dengan pembentukan Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah Daerah (KDEKS) Provinsi Bengkulu potensi tinggi pengelolaan sumber daya syariah oleh Wakil Presiden Ma'aruf Amin besok Rabu.
“Ada produk makanan yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong dengan kandungan madu, kemudian ada batik Besurek khas Bengkulu dengan tulisan Arab yang akan kami contohkan sebagai UMKM syariah,” kata Erdiwan, Selasa (2/5/23).
Erdiwan menerangkan UMKM tersebut dibina berdasarkan kemampuan mengolah konsep ekonomi syariah mulai dari pemilihan produk maupun moda transaksional nya.
"Mendukung itu semua, UMKM harus memiliki sertifikasi halal yang dikeluarkan Kementerian Agama. Baik secara pengelolaannya, sembilan UMKM ini sudah sangat matang dalam mengembangkan bisnis syariahnya," kata dia.
Selain itu, Erdiwan menegaskan konsep tersebut menjadi percontohan bagi UMKM lainnya yang ada di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Rejang Lebong.
"Kedepannya, dengan potensi ekonomi syariah yang sangat tinggi, dengan populasi penduduk dunia mayoritas adalah muslim, sangat mungkin bahwa mau tak mau UMKM pun akan menjalankan konsep yang sama," kata dia.
Tak hanya UMKM, pihaknya sejauh ini telah membina puluhan koperasi syariah menjalankan pembiayaan berbasis syariat Islam.
Koperasi tersebut kegiatan usahanya meliputi simpanan, pinjaman, dan pembiayaan sesuai prinsip syariah, termasuk mengelola zakat, infaq/sedekah, dan wakaf.
"Nantinya, KDEKS akan jadi salah satu pembina UMKM dan koperasi syariah agar kedepannya semua mengembangkan usaha berdasarkan prinsip-prinsip dasar Islam," demikian Erdiwan.(**)