Rakor Percepatan Penurunan Stunting Bengkulu Selatan Bersama BKKBN RI
Bengkulu Selatan - Mediasinardunia.com - Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2023 tersebut di buka Oleh Kepala BKKBN Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo,Sp.OG, yang dilaksanakan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (19/06/23).
Dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Dr. H. Rosjonsyah, SIP. M.SI, Plt BKKBN Provinsi Bengkulu M.Iqbal Apriansyah, S.H, M.Ph. jajaran FKPD dan OPD Bengkulu Selatan.
Dalam Penyampaiannya Kepala BKKBN Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo,Sp.OG mengatakan ucapkan Terima Kasih Kepada Segenap FKPD Bengkulu Selatan atas sambutan kedatangannya.
Atas apresiasi mengenai turunnya prevalensi angka Stunting di Provinsi Bengkulu menjadi 16% turun 2,3 % berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.
Adapun Target SDGs 2030 di Indonesia yaitu menghilangkan kelaparan dan menurunkan resiko kekurangan gizi, mengurangi rasio angka kematian Ibu, menurunkan angka kematian neonatal, akses kespro yang universal.
Angka Stunting di Indonesia saat ini 21,6% dan angka mental disorder di Indonesia 9,8%.
Kepala BKKBN Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo,Sp.OG menjelaskan tentang maksudkan tujuan rakor tersebut yaitu Menindaklanjuti upaya penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Angka stunting dan angka kemiskinan ekstrem yang harus diturunkan melalui kerjasama seluruh elemen masyarakat di Bengkulu Selatan.
Angka stunting akan cepat menurun karena potensi alam yang di miliki Bengkulu Selatan sangat banyak.
“Sungai –sungainya yang masih bersih, ikan masih banyak dan segar di pantainya sayur mayur tinggal di tanam akan tumbuh, sayang sekali kalau ini tidak dimanfaatkan oleh Masyarakatnya ” sampainya.
Kemudian tambahnya, pemenuhan gizi dengan perbanyak mengkonsumsi sayuran, tahu, tempe, telor, sidat, belut, ikan, yang murah dan terjangkau namun kaya akan gizi.
Sementara Bupati Bengkulu Selatan menyampaikan terimakasih kepada Kepala BKKBN RI beserta rombongan atas kunjungannya ke Bumi Sekundang Setungguan, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Persoalan stunting ini harus di tangani secara serius, mulai dari penyuluhan ke setiap warga di Bengkulu Selatan.
“Penyuluhan pemenuhan gizi, protein, untuk para balita, atau Ibu yang sedang mengandung lebih di utamakan, terutama protein hewani yang sangat berpengaruh pada pencegahan stunting, ujar Bupati Gusnan.
Sekali lagi atas nama Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan kami ucapkan terimakasih atas kunjungan serta pencerahannya terkait stunting ini.
Dalam upaya penurunan stunting, Pemda Bengkulu Selatan tidak akan segan untuk mengeluarkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) jika terjadi suatu hal yang darurat.