Pemkab Kaur dan Unib Bahas Teknis Penempatan KKN Periode 108 di 70 Desa
Kaur, Mediasinardunia.com – Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar rapat koordinasi bersama Universitas Bengkulu. Pertemuan tersebut membahas rencana penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Periode 108 di wilayah Kabupaten Kaur. Kegiatan dilaksanakan secara virtual pada Kamis, 9 April 2026.
Tujuan utama rapat tersebut adalah membahas teknis pelaksanaan KKN yang rencananya akan menempatkan mahasiswa di 70 desa. Rapat ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kepala Bapperida Kabupaten Kaur yang diwakili oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi, Juprizal, SH, MH, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Kaur dengan pihak kampus. Ia menjelaskan kerja sama tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik.
"Kerja sama ini berfokus pada pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Kaur," ujarnya.
Kemitraan ini mencakup peningkatan layanan publik, studi potensi ekonomi daerah, pemanfaatan hasil riset, serta penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat memberikan manfaat maksimal bagi kabupaten.
"Mahasiswa Universitas Bengkulu dijadwalkan akan melaksanakan KKN di Kabupaten Kaur mulai 17 Juni hingga 31 Juli 2026. Namun, penentuan lokasi akhir penempatan masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan KKN (P3KKN) Universitas Bengkulu, Zalbuin Mase, menyampaikan bahwa KKN Tematik Periode 108 direncanakan akan dilaksanakan di 10 kecamatan di Kabupaten Kaur. Ia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan.
"Melalui rapat ini, kami juga meminta dukungan terutama dalam penyediaan fasilitas sekretariat KKN yang layak bagi mahasiswa selama menjalankan program di lapangan. Dengan dukungan yang optimal, diharapkan pelaksanaan KKN dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mahasiswa itu sendiri," tutupnya.