Pemdes Air Kasai Serahkan Bibit Sapi, Optimis Program Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Air Kasai, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, optimis program ketahanan pangan bidang ternak sapi yang dikembangkan tahun ini akan berkembang dan berkelanjutan. Sebelum bibit indukan sapi diserahkan ke penerima bantuan, kesehatan dan vaksinasi bibit tersebut sudah dicek dan diberikan oleh tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Air Dikit untuk mencegah jembrana dan virus lainnya. Pemdes berharap kelompok pengelola program ini bisa mengelolanya dengan baik, sehingga manfaatnya dirasakan semua warga Desa Air Kasai.
Kepala Desa (Kades) Air Kasai, Syofia Syofian, saat dihubungi menyebutkan bahwa besaran anggaran tahun ini sebesar Rp 142.094.799.000. Dari total itu, Rp 86.832.174.000 dianggarkan untuk pengadaan 7 ekor bibit indukan sapi, dan selebihnya Rp 55.262.625.000 untuk program nabati (Sadesahe). Bibit sapi langsung diserahkan kepada 7 orang penerima pada acara serah terima tanggal 21 November 2025, yang dihadiri oleh Kades Syofia Syofian, Camat Air Dikit Joni Kurniadi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggotanya, Babinkamtibmas, Bhabinsa, Pendamping Desa, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.

Sebelum diserahkan, masing-masing penerima juga sudah diberikan pelatihan khusus tentang tata cara pemeliharaan dan pengelolaan sapi yang baik dan benar. "Kita optimis, karena bibit indukan sapi yang diserahkan dipastikan sehat. Selain itu, para penerima juga sudah diberi pelatihan," ucap Syofia Syofian.
Lanjutnya, dia menyebutkan bahwa untuk kelompok pengelola program ketahanan pangan, jika ada kendala selama proses pengelolaan—seperti ternak sakit, mati, atau hilang—harus segera berkoordinasi dengan Pemdes agar pertanggungjawaban jelas sesuai fakta di lapangan. Meskipun masyarakat Air Kasai banyak yang mengembangkan sapi, kerbau, dan kambing, penerima bantuan dilarang melepas liarkan bibit indukan sapi program. "Kita tidak izinkan kelompok melepas liarkan bibit indukan sapi. Sapi program ketahanan pangan ini harus dipelihara dengan baik: siang hari dilepaskan, malam hari harus masuk kandang," tegasnya.