Skip to main content
x
jelas Durdjana saat Press Conference Sinergi dan Kolaborasi Menuju Ekonomi Tangguh dan Berkelanjutan Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Road To Sidang Pleno ISEI 2023, yang berlangsung di Kampus Unib, Selasa (29/05) siang. Foto(diky setiawan/mediasinardunia.com)

Meski Melambat, Ekonomi Bengkulu Bisa Tumbuh Hingga 4,5 Persen

Bengkulu - Mediasinardunia.com - Melanjutkan tren pertumbuhan positif yang sudah terjadi sejak triwulan II 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan I 2023 masih tercatat positif sebesar 4,07% (yoy). Meski demikian, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut melambat dibanding triwulan sebelumnya dan masih lebih rendah dibandingkan dengan capaian Sumatera dan nasional yang mencatatkan pertumbuhan masing – masing sebesar 4,30% (yoy) dan 5,03% (yoy).

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan I 2023 dari sisi pengeluaran utamanya disebabkan oleh normalisasi level konsumsi masyarakat pasca tinggi di momen HBKN Nataru dan libur sekolah di triwulan IV 2022. Dari sisi LU, adanya anomali cuaca tingginya curah hujan pada awal tahun 2023 membuat pertumbuhan pada sektor pertanian mengalami perlambatan. Kondisi ini tercatat memberikan gangguan produksi pada komoditas tabama, karet dan kelapa sawit.

Meski demikian, Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Durdjana, memperkirakan ekonomi Bengkulu tahun ini bisa tumbuh antara 3,75-4,5 persen. Hal itu bisa terjadi karena potensi inflasi yang cenderung melambat tahun ini. 

Durdjana menjelaskan angka melambatnya inflasi itu terlihat dari sisi eksternal neraca perdagangan maupun inflasi impor secara nasional yang juga menurun. Angka inflasi inti yang akan terus dipertahankan adalah 3,5 +-1%.

"Sementara di tingkat regional, kami juga melihat beberapa komoditas pangan strategis relatif terkendali, meskipun ada beberapa komoditas seperti telur dan daging ayam ras meningkat tapi masih batas rata-rata tiga tahun terakhir," jelas Durdjana saat Press Conference Sinergi dan Kolaborasi Menuju Ekonomi Tangguh dan Berkelanjutan Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Road To Sidang Pleno ISEI 2023, yang berlangsung di Kampus Unib, Selasa (29/05) siang.

Durdjana memaparkan, keputusan rapat Dewan Gubernur BI juga sepakat mempertahankan tiga kebijakannya untuk menjaga stabilitas ekonomi, yakni BI 7 day reverse repo rate sebesar 5,75 persen, suku bunga deposit facility 5 persen, dan suku bunga lending facility 6,50 persen. 

Selain itu, lanjut Durdjana, BI juga terus fokus kepada penguatan stabilitas nilai rupiah, sistem keuangan, dan akselerasi digitalisasi keuangan dalam sistem dan layanan pembayaran. 

"Ada 10 indikator yang bisa dilihat yang mendasari keputusan tersebut, mulai ekonomi global 2023 yang tumbuh lebih tinggi dari perkiraan yang mencapai 2,7 persen; termasuk ekonomi domestik; penguatan nilai rupiah; suku bunga yang kondusif," paparnya. (**)