Menuju program satu desa mempunyai satu perpustakaan di provinsi Bengkulu
Bengkulu Mediasinardunia.com-Provinsi Bengkulu Media Sinardunia. Com, Dinas perpustakaan dan kearsifan provinsi Bengkulu, mencanangkan satu desa satu perpustakaan menindak lanjuti peraturan gubernur Bengkulu, DR. Rohidin mersyah yang bernomor 30 tahun 2019,dimana perpustakaan provinsi Bengkulu, tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sosial agar segera terwujud di daerah provinsi Bengkulu Senin (22/11/2021).

Kepaladinas perpustakaan dan ke arsifan provinsi Bengkulu H. Meri sasdi jantan Mpd, perpustakaan merupakan program setrategis yang di mulai dari desa, untuk tempat berkumpul para pemuda desa agar menjadi pusat kegiatan positif di desa tentunya di desa ada tokoh masyarakat, pengusaha desa, para pemilik modal dan juga kepala desa agar saling berkolaborasi, dengan sudah di terbitkan pergub no 30 tahun 2019,tentu nya juga akan di ikuti aturan yang juga dibuat wali kota, bupati, untuk melanjutkan program tersebut, agar semua stakeholder agar berkerjasama mewujudkan program tersebut, suatu contoh masyarakat desa seperti karang taruna, berkumpul di perpustakaan desa untuk mendalami cara mengelola pariwisata desa, ada Leterasi di perpustakaan desa cara mengelola, pariwisata di desa, tentu di bantu seperti tokoh masyarakat , juga para pemilik modal di desa, kepala desa agar kegiatan dapat di laksanakan dengan baik ini salah satu peran perpustakaan desa Di bidang kerajinan sesui dengan ciri khas desa masing-masing di kabupaten kota provinsi Bengkulu melalui Letrasi yang ada perpustakaan desa, sebagai contoh bagaimana cara pengemasan pisang di daerah, melalui peran perpustakaan desa
Jadi mulai dari desa nantinya bisa berkelaborasi, di desa dengan kepala desa, di kabupaten nanti nya bisa berkerjasama dengan dinas pendidikan, pmd, tentunya ada regulasi aturan yang di keluarkan para wali kota, dan bupati untuk menindak lanjuti pergub no 30 tahun 2019,agar dimulai dari desa, agar terwujud program setrategis ini di provinsi Bengkulu menjadi provinsi maju dan sejaterah tutup Meri sasdi, ( Sapli hayadi).