Kota Solok Dilanda Banjir, Ribuan Warga Terdampak
Sumatera Barat, Mediasinardunia.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Solok dan sekitarnya pada Kamis, 27 November 2025, menyebabkan Sungai Batang Lembang meluap dan mengakibatkan banjir yang merendam ratusan rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok mencatat ribuan jiwa terdampak di beberapa kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang berlangsung lama menyebabkan peningkatan signifikan debit air Sungai Batang Lembang. "Akibatnya, air meluap dan menggenangi akses jalan serta rumah-rumah warga," ujarnya.
Banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Tanah Garam, KTK, Koto Panjang, dan Sinapa Piliang. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam, memperparah kerusakan.
Data BPBD Kota Solok hingga pukul 11.30 WIB menunjukkan Kelurahan Tanah Garam menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan 480 KK (973 jiwa) terdampak, termasuk 62 balita, 31 lansia, dan 330 rumah terendam. Di Kelurahan KTK, 51 KK (188 jiwa) terdampak, termasuk 11 balita dan 8 lansia. Kelurahan Koto Panjang mencatat 9 KK (41 jiwa) terdampak, termasuk 5 balita dan 3 lansia, sementara di Kelurahan Sinapa Piliang, 18 KK (73 jiwa) terdampak, termasuk 15 balita dan 20 lansia.
"Total warga yang terdampak banjir di Kota Solok mencapai 559 KK dengan jumlah 1.279 jiwa, di mana 93 di antaranya adalah balita dan 62 lansia," jelas Edrizal.
Selain penanganan banjir, BPBD juga melakukan pembersihan pohon tumbang di Kelurahan Kampung Jawa yang menimpa rumah warga. Di Tanah Garam, pohon tumbang sempat menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan, namun sudah berhasil dibersihkan.
"Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu rumah mengalami rusak ringan dan satu lainnya rusak berat," tambahnya.
Petugas BPBD terus melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi rawan banjir, berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perangkat kelurahan, dan warga sekitar untuk upaya evakuasi dan penanganan lebih lanjut.
BPBD Kota Solok mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi hujan yang masih terus terjadi, serta mengharapkan bantuan mendesak berupa alat kebersihan, sembako, family kid, matras, dan selimut.
Banjir Juga Landa Agam, Pasaman Barat, dan Padang Pariaman
Tidak hanya Kota Solok, banjir juga melanda beberapa wilayah lain di Sumatera Barat. BPBD Kabupaten Agam mencatat sekitar 113 kepala keluarga mengungsi akibat banjir yang melanda daerah tersebut sejak 22 November 2025. Sekretaris BPBD Agam, Endrisasman, menyebutkan bahwa pengungsi tersebar di empat kecamatan, termasuk Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Palembayan, dan Tanjung Raya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melaporkan bahwa banjir menyebabkan kerusakan pada sekitar 121 hektare lahan persawahan, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp363 juta. Sementara itu, di Kabupaten Padang Pariaman, 183 hektare lahan pertanian terendam banjir akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung curah hujan selama tiga hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam 21 desa di delapan kecamatan di Padang Pariaman. Sebanyak 9.228 warga terdampak banjir saat ini dalam pendampingan petugas gabungan.