Skip to main content
x
Kasus TPPO Selalu Meningkat, Ormas Perempuan dan Anak Diminta Fokus, Selasa (30/5/2023). Foto(diky setiawan/mediasinardunia.com)

Kasus TPPO Selalu Meningkat, Ormas Perempuan dan Anak Diminta Fokus

Bengkulu - Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah mengatakan, sebagaimana diketahui kasus kekerasan dan TPPO terhadap perempuan dan anak trendnya selalu meningkat. Dengan demikian dinilai perlu lebih intensif pada penanganan dan pencegahan.

Oleh karena itu, keberadaan organisasi masyarakat (ormas) perempuan yang ada di Provinsi Bengkulu khususnya, dinilai harus fokus dalam menangani persoalan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, seperti kekerasan ataupun Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Dalam upaya itu juga harus tetap mengedepankan sinergitas dan kolaborasi," katanya pada Selasa, (30/5/2023).

Menurutnya, di Provinsi Bengkulu ini cukup banyak ormas perempuan yang menggeluti berbagai persoalan yang dihadapi ataupun dialami perempuan dan anak. Namun hendaknya harus fokus dan bersinergi.

Misal, organisasi perempuan yang satu ini fokus pada penanganan hulunya, kemudian organisasi yang lain bagian hilirnya.

"Sama-sama kita ketahui, jika terjadi kasus kekerasan tidak cukup dengan menghukum pelakunya saja. Tetapi juga bagaimana kondisi korban kedepannya," ujarnya.

Disisi lain, Rohidin juga berharap agar pemerintah kabupaten/kota dalam menyediakan dana tanggap darurat dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta TPPO.

"Jangan sampai program yang telah dicanangkan dalam upaya penanganan malah terputus, lantaran disebabkan tidak adanya anggaran," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP3KB Provinsi Bengkulu, Dr. Eri Yulian Hidayat menyampaikan, dana oncall bakal dirumuskan dalam pembahasan APBD 2024 mendatang. Namun pihaknya belum bisa memastikan jumlah kebutuhannya.

"Tak bisa kita pungkiri ketersediaan anggaran ini kerap menjadi hambatan dalam penanganan berbagia persoalan menyangkut perempuan, tapi nanti kita bahas dulu," tukasnya.(**)