Skip to main content
x
Plt Bupati Hendri Hadiri Rakor Bersama Menteri PPN, 23/04/2026 (Diky/Mediasinardunia.com)

Plt Bupati Hendri Hadiri Rakor Bersama Menteri PPN, Sinkronkan Program Pembangunan Rejang Lebong dengan Kebijakan Pusat

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, STTP., M.Si., menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. Kegiatan berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, pada hari Kamis, 23 April 2026.
 
Agenda strategis ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, unsur pimpinan dan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, seluruh kepala daerah kabupaten/kota, serta kepala dan jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah se-Provinsi Bengkulu.
 
Kehadiran Plt Bupati menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, sekaligus upaya untuk menyelaraskan seluruh program dan rencana pembangunan daerah dengan kebijakan serta arah pembangunan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
 
Dalam pemaparannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki peluang dan peran strategis yang besar dalam kerangka pembangunan nasional, khususnya di sektor bioindustri dan ekonomi hijau yang sedang menjadi fokus utama.
 
Ia menjelaskan, pengembangan kedua sektor tersebut akan diwujudkan melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah, seperti kopi, kelapa sawit, dan karet. Strategi ini dilakukan dengan memperkuat sistem produksi secara menyeluruh, mulai dari tingkat petani, pengolahan, hingga memasuki rantai industri bernilai tambah tinggi.
 
“Seluruh potensi yang dimiliki daerah harus dimaksimalkan dan diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan provinsi. Saat ini konsep ekonomi hijau menjadi perhatian dunia, sekaligus menjadi langkah penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus pada penguatan sektor pangan, melalui berbagai program seperti peningkatan produksi padi dan hortikultura, perluasan skema perlindungan usaha tani, hingga penyediaan serta dukungan alat dan mesin pertanian modern guna meningkatkan produktivitas.
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian memaparkan beragam potensi unggulan yang dimiliki daerah, yang mencakup sektor perkebunan, pertanian, perikanan, energi terbarukan, hingga pariwisata.
 
Menurutnya, Bengkulu memiliki produksi kopi robusta mencapai puluhan ribu ton per tahun, kelapa sawit lebih dari satu juta ton, serta hasil produksi karet yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, sektor kelautan dan perikanan juga menyimpan potensi besar, baik dari sisi perikanan tangkap maupun budidaya yang masih dapat dikembangkan secara optimal.
 
“Kekayaan sumber daya alam yang kita miliki menjadi modal dan kekuatan utama untuk mendorong percepatan serta kemajuan pembangunan daerah ke depannya,” tegas Mian.
 
Dalam forum ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan kepada pemerintah pusat. Di antaranya adalah pengembangan kawasan industri Pulau Baai, kelanjutan pembangunan jalan tol Bengkulu–Lubuklinggau, penanganan masalah banjir, pengembangan destinasi wisata unggulan, pembangunan jaringan air bersih skala regional, pembangunan embung pertanian, hingga rencana strategis pembangunan jalur kereta api.
 
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang solid dan berkelanjutan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Rejang Lebong, sehingga seluruh upaya pembangunan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.