Skip to main content
x
Pemkab Kepahiang Rencanakan Sekolah Rakyat di Lahan 9,06 Ha setelah Pembatalan Rintisan di SKB Ujan Mas (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemkab Kepahiang Rencanakan Sekolah Rakyat di Lahan 9,06 Ha setelah Pembatalan Rintisan di SKB Ujan Mas

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan bahwa rintisan Sekolah Rakyat yang sebelumnya diwacanakan di SKB Ujan Mas batal. Kepala Dinas Sosial, H. Helmi Johan, M.Pd, menyatakan bahwa Pemkab Kepahiang kini hanya menunggu kucuran dana dari Kementerian Sosial untuk membangun Sekolah Rakyat (SR) di atas lahan seluas 9,06 Ha.

Batalnya rintisan Sekolah Rakyat di SKB Ujan Mas, kata Helmi, disebabkan oleh hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian, khususnya Dirjen Prasarana PUPR, yang menemukan bahwa SKB Ujan Mas kekurangan Ruang Kegiatan Belajar (RKB). Selain RKB, sarana dan prasarana lainnya juga belum memadai untuk dijadikan SR rintisan. Meskipun diberi waktu untuk perbaikan, Pemkab Kepahiang tidak memiliki cukup waktu karena anggaran yang diberikan hanya dalam waktu sebulan.

"Jika terburu-buru dengan hanya diberikan waktu satu bulan, Pemkab tentu belum siap, terutama terkendala di anggaran," ungkap Helmi.

Di sisi lain, untuk menunjang realisasi kucuran dana Sekolah Rakyat di Kecamatan Kabawetan dari Kementerian Sosial, Pemkab Kepahiang memastikan percepatan peningkatan infrastruktur jalan menuju Sekolah Rakyat. Tahun ini, pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat sudah lolos administrasi dari usulan program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang rencananya akan dibangun oleh Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.

"Kita menunggu bantuan dana dari Kementerian Sosial terkait dengan realisasi pembangunan Sekolah Rakyat itu, di samping Pemkab yang mempercepat pembangunan akses jalan ke Sekolah Rakyat. Mudah-mudahan fasilitas pendukung itu dapat direalisasikan tahun ini," jelas Helmi.

Untuk diketahui, alokasi anggaran pembangunan Sekolah Rakyat untuk Kabupaten Kepahiang sebesar Rp210 miliar. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun SR tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK, serta dilengkapi dengan asrama dan pemenuhan kebutuhan peserta didik lainnya. Namun, dalam prosesnya, Pemerintah Kabupaten Kepahiang tidak hanya diminta penambahan luasan lahan dari 6 Ha menjadi 9 Ha, tetapi juga peningkatan akses infrastruktur jalan dan rintisan SR.