Skip to main content
x
Pembentukan Kelompok Kader Lingkungan dan Bank Sampah Induk Sehati, 14/07/2024 (Diky/Mediasinardunia.com)

Pembentukan Kelompok Kader Lingkungan dan Bank Sampah Induk Sehati

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Upaya penanganan persoalan sampah di kota Bengkulu terus ditingkatkan. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu membentuk kelompok kader lingkungan dan Bank Sampah Induk (BSI) Sehati sebagai langkah nyata dalam mengatasi masalah tersebut.

Usin Abdisyah Putra Sembiring menyebutkan bahwa saat ini telah terbentuk sekitar 165 kelompok kader lingkungan hingga tingkat RT di kota Bengkulu. Pelatihan dan pendampingan terus dilakukan oleh para fasilitator guna mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Pada hari ini, kami melakukan evaluasi untuk merespon aspirasi dari kader lingkungan serta mengevaluasi program yang telah berjalan, mencapai target yang ditetapkan, dan mengatasi hambatan yang ditemui," ujarnya pada Minggu sore (14/07/2024).

Lebih lanjut, Usin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas peningkatan kinerja pengurus bank sampah dan rencana digitalisasi bank sampah untuk menghitung target pengurangan sampah yang dibuang ke TPA.

Bengkulu

"Selama 3 tahun terakhir, saya bersama rekan-rekan telah menjalankan program ini dan kami akan terus melanjutkannya hingga berhasil menyelesaikan persoalan sampah ini," tambahnya.

Usin berharap para kader lingkungan dapat tetap semangat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Terima kasih atas semangat dan dedikasi para fasilitator dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga," ucapnya.

Para kader lingkungan juga mengawasi masalah baru terkait tempat pembuangan sampah di lokasi strategis seperti pasar, kawasan pariwisata, irigasi, dan Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Penanganan permasalahan sampah ini harus dilakukan melalui kerjasama yang sinergis antara berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu," tutup Usin.