Gubernur Helmi Hasan Lantik Elva Hartati Jadi Komisaris Bank Bengkulu
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Aula Moechtar Azehari Graha Bank Bengkulu, Selasa (11/11/2025).
RUPSLB dihadiri oleh Bank BJB sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), Muyana sebagai Direktur Korporasi dan UMKM Bank BJB, serta seluruh kepala daerah kabupaten dan kota sebagai pemegang saham Bank Bengkulu.
Agenda RUPSLB adalah penetapan Dra. Elva Hartati, S.IP, sebagai Komisaris Non Independen terpilih.
Setelah RUPSLB, Gubernur Bengkulu melantik Dra. Elva Hartati, S.IP, sebagai Komisaris Non Independen Bank Bengkulu untuk periode 2025-2029.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEPR-160/D.03/2025 tanggal 24 September 2025 tentang hasil penilaian Kemampuan dan Kepatutan Dra. Elva Hartati, S.IP.
Berdasarkan hasil RUPSLB sebelumnya pada 28 April 2025, diumumkan pembukaan posisi Komisaris dan Direksi Bank Bengkulu. Salah satunya adalah penetapan Elva Hartati dan Andaru Pranata sebagai calon Komisaris Non Independen.
Setelah calon memenuhi syarat dan menyelesaikan fit and proper test, dilakukan pelantikan berdasarkan hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan Elva Hartati sebagai Komisaris Non Independen terpilih.
Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu menegaskan bahwa penunjukan komisaris baru adalah amanah besar yang menuntut kesungguhan, keteladanan, serta komitmen kuat dalam menjaga arah kebijakan perusahaan. Fungsi pengawasan harus dilakukan secara objektif, independen, dan berpihak pada kepentingan perusahaan dan masyarakat Bengkulu.
Dengan dilantiknya komisaris baru, diharapkan dapat memperkuat struktur manajemen Bank Bengkulu serta sinergi antara Komisaris dan Direksi akan mempercepat langkah Bank Bengkulu menjadi bank daerah yang modern, profesional, dan kompetitif.
Selain itu, pengawasan terhadap kemajuan Bank Bengkulu dapat berjalan optimal dan memastikan arah kebijakan pelaksanaan operasional Bank Bengkulu tetap sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan memenuhi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.
Gubernur Bengkulu juga mengingatkan Bank Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas layanan, transformasi digital, memperkuat manajemen risiko, menjaga kesehatan keuangan perusahaan, serta memprioritaskan layanan yang cepat, bersih, dan terpercaya.
"Bank Bengkulu sebagai bank daerah kebanggaan masyarakat Bengkulu harus bertekad menjadi lebih baik, bukan hanya dari profit namun dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu," kata Gubernur Helmi.