Gusril Pausi dan Abdul Hamid Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kaur untuk Periode 2025-2030
Kaur, Mediasinardunia.com - Gusril Pausi, S.Sos,M.AP dan Abdul Hamid, S.Pdi telah secara resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kaur untuk periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 20 Februari 2025.
Pelantikan di Istana Negara berjalan lancar tanpa ada hambatan. Sebelumnya, terdapat rangkaian kegiatan, dimulai dari gladi kotor pada Selasa, 18 Februari 2025 di Monumen Nasional Jakarta, dan gladi bersih pada Rabu, 19 Februari 2025 di Istana Negara Kepresidenan Jakarta Pusat, di mana Gusril dan Hamid diberikan bimbingan untuk persiapan dan tata cara pelantikan.
Pasca pelantikan di Istana Negara, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos,M.AP akan mengikuti Orientasi Kepemimpinan di Akademi Militer di Magelang, sesuai dengan Surat Edaran Nomor : 200.5/628/SJ dari Pemerintah Pusat, berlangsung selama 8 hari mulai dari tanggal 21 Februari 2025 hingga 28 Februari 2025.
Kabag Protokol Setda Kaur, Dedi Kuswanto, SE menjelaskan bahwa setelah pelantikan, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos,M.AP akan langsung menuju Magelang untuk mengikuti Orientasi Kepemimpinan di Akademi Militer selama 8 hari, dimulai dari 21 Februari 2025 hingga 28 Februari 2025. Sedangkan Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pdi, akan mengikuti orientasi pada tanggal 28 Februari 2025, pada hari terakhir orientasi.
Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid mengutarakan bahwa setelah pelantikan, mereka akan mulai menjalankan tugas untuk memajukan pembangunan di Kabupaten Kaur sesuai dengan Visi dan Misi yang diusung. Visi mereka adalah "Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera, dan Bahagia".
Misi Bupati dan Wakil Bupati Kaur yang akan dijalankan pasca pelantikan antara lain:
1. Mewujudkan birokrasi pemerintah yang inovatif, humanis, akuntabel, tanggap, dan melayani.
2. Peningkatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar dan perkotaan yang seimbang, berkeadilan, dan selaras, dengan berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana.
3. Mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, berkualitas, harmonis, dan berdaya saing, berdasarkan nilai-nilai agama, adat budaya, dan kearifan lokal, melalui peningkatan akses serta kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya.
4. Membangun kemandirian ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat dengan optimalisasi sumberdaya daerah melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan/kelautan, industri UMKM, dan pariwisata, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal, dan kewirausahaan.