Skip to main content
x
Gubernur Bengkulu Tegaskan Keterbukaan dalam Seleksi Pejabat Eselon II, 11/09/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Gubernur Bengkulu Tegaskan Keterbukaan dalam Seleksi Pejabat Eselon II

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu resmi membuka seleksi terbuka untuk Jabatan Tinggi Pratama (JPTP) guna mengisi 19 kursi pejabat eselon II. Jabatan yang diperebutkan mencakup kepala dinas, badan, hingga biro strategis, dan semua ASN yang memenuhi syarat berkesempatan untuk bersaing.

Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan SE, menegaskan bahwa mekanisme ini merupakan tonggak penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih bersih, kompeten, dan profesional. “Ini adalah bagian dari upaya kita menempatkan orang-orang terbaik di posisi strategis. Kita tidak ingin asal tunjuk, tetapi benar-benar memilih figur dengan kapasitas dan integritas,” kata Helmi (11/9).

Helmi mengakui bahwa praktik pengisian jabatan di masa lalu sering kali dipandang terlalu tertutup. Proses yang cepat sering kali minim transparansi. Kali ini, pihaknya menerapkan pola yang berbeda: terbuka, panjang, dan dapat diawasi oleh publik. “Karena harus menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, proses seleksi ini memakan waktu berbulan-bulan. Namun, justru itu menguntungkan. Sebab, masyarakat bisa ikut mengawasi, dan media juga dapat memantau, sehingga hasilnya benar-benar transparan.”

Menurut Helmi, keterbukaan ini bukan sekadar formalitas. Dengan cara ini, setiap ASN yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing. “Tidak ada pintu belakang. Semua punya peluang. Kita ingin melahirkan pejabat yang bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki rekam jejak yang bersih.”

Seleksi JPTP kali ini akan mengisi 19 kursi kosong di eselon II, termasuk jabatan kepala dinas teknis, badan perencanaan, hingga biro yang langsung bersentuhan dengan roda pemerintahan. Pendaftaran resmi telah dibuka sejak Senin (8/9) dan akan berakhir pada Senin (15/9) pekan depan. Setelah itu, para pendaftar akan melalui serangkaian tes, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, wawancara, hingga penilaian rekam jejak. “Semua tahapan dilakukan secara terbuka. Kita tidak main-main. Track record akan menjadi penentu penting,” ujar Helmi.

Gubernur memastikan bahwa dalam seleksi kali ini tidak ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari dirinya. Ia menekankan bahwa panitia seleksi bekerja secara independen dan akan melibatkan akademisi serta praktisi yang kredibel. “Prinsip utama kita adalah menemukan kandidat terbaik, bukan kandidat titipan. Kalau mau titipan, untuk apa kita bikin seleksi terbuka?” kata Helmi.

Ia juga mengungkapkan pentingnya keterlibatan masyarakat dan media dalam proses ini. Kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sangat diharapkan untuk menjaga agar proses tetap berjalan dengan baik.

Sejumlah kalangan menyambut positif seleksi ini. Aktivis mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga akademisi melihatnya sebagai momentum penting untuk memperbaiki kualitas birokrasi di Bengkulu. “Kita berharap pejabat yang terpilih nantinya bukan hanya pintar di atas kertas, tetapi juga memiliki jiwa melayani,” ungkap Fikri, salah seorang pemerhati kebijakan publik di Bengkulu.

Ia menambahkan bahwa sering kali jabatan hanya diisi oleh orang-orang dekat kekuasaan. Dengan adanya mekanisme lelang terbuka, peluang terjadinya nepotisme dapat ditekan. Bagi Pemprov Bengkulu, seleksi JPTP ini menjadi ujian serius dalam proses reformasi birokrasi. Helmi menyadari bahwa publik memiliki ekspektasi tinggi.

“Jika ini berhasil, ke depannya masyarakat akan percaya bahwa ASN kita bisa naik jabatan bukan karena kedekatan, tetapi karena prestasi,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa pejabat eselon II yang terpilih nantinya akan menjadi motor utama dalam menjalankan visi dan misi pembangunan daerah. Dari kualitas mereka, akan terlihat bagaimana wajah pelayanan publik di Bengkulu lima tahun mendatang. “Birokrasi itu soal melayani. Oleh karena itu, kita ingin pejabat yang terpilih benar-benar memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas,” tuturnya.