Skip to main content
x
Bupati Seluma Apresiasi Partisipasi Ormas GP Ansor-Banser Dalam Menebar Kebaikan Pada Generasi Penerus Bangsa

Bupati Seluma Apresiasi Partisipasi Ormas GP Ansor-Banser Dalam Menebar Kebaikan Pada Generasi Penerus Bangsa

Seluma, Mediasinardunia.com - Bupati Seluma Erwin Oktavian mengapresiasi partisipasi dari organisasi masyarakat (ormas) GP Ansor-Banser dalam upaya menebarkan kebaikan kepada generasi penerus bangsa di Kabupaten Seluma. Dengan demikian, para generasi muda di Kabupaten Seluma diharapkan dapat memelihara dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai dengan nilai Pancasila.

"Saya mengharapkan GP Ansor-Banser dan Fatayat di Kabupaten Seluma terus bersatu dalam menyebarluaskan kebaikan kepada generasi penerus, serta tetap solid dalam mendukung dan merawat NKRI dan Pancasila sebagai garda terdepan dalam mempertahankan NKRI," ucap Bupati Seluma saat menjadi Inspektur Upacara penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Angkatan VII dan Garfa Angkatan 1 di Desa Hargo Binangun, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Bangkulu pada Minggu (10/3/2024).

Bupati berharap agar ormas tersebut dapat bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sehingga setiap kegiatan ormas dapat mendukung program-program strategis Pemerintah Kabupaten Seluma ke depan.

GP Ansor-Banser diharapkan dapat terus berkembang dan responsif terhadap dinamika yang terjadi. "Terus maju GP Ansor, terus berikan yang terbaik dan terus berkolaborasi dengan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta berkontribusi dalam mendukung program Seluma ALAP," tambahnya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Seluma, Ahmad Riduanto, menjelaskan bahwa DPD merupakan langkah awal dalam mencetak kader yang tangguh dan memiliki mental, intelektual, serta spiritual yang kuat sesuai dengan visi, misi, dan tujuan organisasi.

"Peserta Diklat berjumlah 64 orang, terdiri dari 54 orang Banser dan 10 orang Garfa, yang berasal dari berbagai kalangan seperti PPS, PPK, Kepala Desa, Kepala Sekolah, PPPK, ASN, bahkan calon anggota DPRD yang masih menunggu pelantikan," ujar Ahmad Riduanto.

Dalam proses pengkaderan, peserta melewati beberapa tahapan dan penempaan diri yang menjadi bagian dari pembelajaran dan komitmen untuk membela ulama, bangsa, dan agama.

"Pada tahapan penempaannya, para kader akan dilatih selama 3 hari, dengan 60 persen fokus pada aspek fisik dan 40 persen pada materi dari instruktur, pelatih, dan kader senior," ungkapnya. (Rilis IP)