Skip to main content
x
BPBD Rejang Lebong Genjot Delapan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, 07/10/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

BPBD Rejang Lebong Genjot Delapan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong tengah mempercepat pengerjaan delapan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang bersumber dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan tersebut tersebar di sejumlah titik dengan jenis pekerjaan berbeda, mulai dari pembangunan jembatan, pelapis tebing, hingga irigasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Rejang Lebong, Santri Ghozali, menjelaskan bahwa total delapan lokasi itu berada di beberapa kecamatan, dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah. "Kalau itu ada delapan lokasi ya. Lokasi itu tersebar di Duku Ulu, anggarannya Rp5,4 miliar sekian," ujar Santri Ghozali saat diwawancarai di Rejang Lebong, Selasa (07/10/2025).

Santri merinci, sejumlah kegiatan fisik sedang berlangsung di berbagai desa. Di Duku Ulu, pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pembangunan jembatan, pelapis tebing, dan jalan beton dengan progres mencapai 80 persen. Kemudian di Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang, tengah dibangun jembatan gantung tipe rigid sepanjang 40 meter. "Yang di Cawang Lama itu beda, karena bobot ABT-nya masih 38 persen," jelas Santri. Sementara itu, di wilayah Tasik Malaya, pengerjaan jalan antardesa yang sempat longsor kini sudah mencapai 85 persen, dengan nilai pagu sekitar Rp700 juta.

Di Taktoi, Kecamatan Padang Ulak Tanding, proyek meliputi pembangunan jembatan, drainase, dan jalan beton dengan nilai Rp4,4 miliar dan progres sekitar 50 persen. Adapun di Tanjung Agung, pengerjaan irigasi sepanjang 500 meter tengah berlangsung dengan capaian 60 persen dari total pagu Rp2,8 miliar. Sedangkan di Talang Benih, pekerjaan masih berada pada tahap awal dengan progres baru 15 persen.

Santri menegaskan, capaian progres fisik dari delapan proyek tersebut memang tidak merata karena kondisi geografis dan teknis yang berbeda di tiap lokasi. "Macam-macam, ada yang 80 persen, ada yang 85 persen, ada juga yang baru mulai," ujarnya. Menurutnya, proyek-proyek ini diharapkan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama di daerah yang terdampak bencana alam.

Santri menyampaikan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan evaluasi rutin di lapangan. Ia memastikan seluruh kegiatan dijalankan sesuai prosedur dan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh BNPB. "Kami terus pantau pelaksana di lapangan agar progresnya tetap sesuai jadwal dan kualitas pekerjaan terjaga," tegasnya.