BKKBN Geber Penanganan Stunting di Kota Bengkulu
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Upaya menekan potensi lahirnya anak stunting akibat kekurangan gizi kronis di Provinsi Bengkulu, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggelar aksi gerakan berkunjung ke keluarga (Gerebek) berisiko stunting.
Gerebek tersebut menyasar keluarga yang berpotensi melahirkan anak stunting. Seperti, kelompok remaja calon pengantin (catin) ibu hamil dan pasca melahirkan serta anak baduta dengan kondisi panjang dan berat badan lahir rendah. Aksi sosial tersebut dengan menyalurkan bantuan berupa makanan tambahan gizi terhadap keluarga sasaran.
"Secara maraton kita akan menggelar aksi nyata memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting. Gerebek, akan segera dimulai awal Juni 2023 mendatang. Diawali bagi keluarga di Kota Bengkulu," kata Pelaksana tugas (Plt), Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu M Iqbal Apriansyah saat apel pagi di kantor BKKBN, Senin (29/5/23).
Gerakan tersebut mengimplementasikan Perpres 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yang dilakukan secara holistik, integratif. Sekaligus sebagai wujud empatinya keluarga besar BKKBN Bengkulu terhadap keluarga yang berpotensi risiko stunting.
"Kami secara bersama-sama ikut ambil bagian untuk mengentaskan stunting dengan dana gotong royong keluarga besar BKKBN Bengkulu sebagai donatur dan donasinya akan disalurkan awal Juni 2023," kata Iqbal.
Kegiatan ini akan dilakukan secara simultan untuk menekan potensi dari tubuh kerdil akibat kekurangan gizi pada bayi". Melalui aksi "Gerbek Stunting" terhadap keluarga-keluarga berisiko akan mempercepat turunnya angka stunting di Bengkulu.
Berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga (PK-21) terdapat jumlah keluarga berisiko stunting di Provinsi Bengkulu mencapai 97.372 keluarga. Yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bumi Rafflesia.
Dikatakan Iqbal, hasil pemutakhiran tersebut terdapat keluarga berisiko di Kota Bengkulu sebanyak 14.563 yang tersebar di sembilan kecamatan, di Kecamatan Selebar 4.050, Kecamatan Gading Cempaka 1.314, Teluk Segara 815, Muara Bangka Hulu 1.899, Kecamatan Kampung Melayu 1.890, Ratu Agung sebanyak 1.657, Ratu Samban, 763, Sungai Serut 1.004 dan Kecamatan Singaran Pati terdapat sebanyak 1.191.
"Adapun yang akan disalurkan berupa protein hewani dan nabati seperti telur, ikan, sayur-sayuran. Yang bersifat penunjang gizi dan vitamin, yang menyesuaikan kebutuhan keluarga sasaran," ujar Plt Kaper Bengkulu.
Kegiatan gerebek stunting ini menindaklanjuti aksi sosial BKKBN Bengkulu pada tahun lalu, yang telah menyalurkan donasi bahan pokok untuk meningkatkan gizi keluarga berisiko tubuh kerdil alias stunting di Kota Bengkulu. Melalui aksi yang dilakukan secara holistik dapat menekan prevalensi stunting yang telah ditetapkan target Provinsi Bengkulu pada 2024 sebesar 12,55 persen.
Stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Apabila seorang anak memiliki tinggi badan lebih dari dua standar deviasi median pertumbuhan anak yang telah ditetapkan oleh WHO, maka dikatakan mengalami stunting.(**)