Wabup Rejang Lebong Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual
Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP, M.Si, bersama Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Dr. Asli Samin, S.Kep, M.Kep, mengikuti zoom meeting Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk minggu ke-II April yang dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB, Senin (14/4).
Selain Wabup dan Asisten II, beberapa pejabat juga turut hadir, di antaranya Inspektur Gusti Maria, SH; Kadis Dikbud Drs. Noprianto, MM; Kadis Pertanian Ir. Amrul Eby, M.Si; Kadis Ketahanan Pangan Taman SP; Kadis Koperindag dan UKM Anes Rahman, S.Sos; Kepala Bappeda Khirdes Lapendo Pasju, S.STP, M.Si; Kepala BPKD Andrian Ferdian, SE; Kadishub R. Suryadi, S.Sos; serta Plt. Kadis PUPR Syamsul Maarif, ST, MT. Juga hadir Kabag Pertekonomian Setdakab M. Zen Pinani, S.Sos, dan Camat Selupu Rejang, Mailina, SE.
Rakor ini dipimpin oleh Sekjen Kemendagri, Komjen. Pol. Tomsi Tohir Balaw, dan menampilkan beberapa narasumber, termasuk Kepala BPS, Adininggar Widyasanti.
"Ada beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi, di antaranya cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah," kata Tomsi.
Ia juga mengimbau seluruh kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan walikota, untuk melaksanakan program penanaman ketiga komoditas tersebut. "Tidak perlu luas lahannya, tetapi paling tidak dapat mencukupi kebutuhan daerah masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS-RI, Adininggar Widyasanti, memaparkan mengenai inflasi/deflasi dan perkembangan harga pangan minggu ke-II April 2025 berdasarkan data SP2KP per 11 April 2025.
"Secara nasional, pada minggu ke-II April, ada kenaikan harga bahan pokok. Ada 12 provinsi yang mengalami penurunan harga dibanding bulan sebelumnya. Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di 25 provinsi di antaranya cabai merah dan bawang merah," jelas Adininggar.
Provinsi Bengkulu menduduki peringkat keenam dengan kenaikan tertinggi di wilayah Sumatera, mencapai 6,27 persen untuk cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.
"Sebanyak 57,50 persen wilayah di Indonesia mengalami perkembangan harga cabai merah yang naik 3,79 persen, dengan harga berkisar Rp 55.407/kg. Sedangkan 46,95 persen wilayah mengalami kenaikan harga cabai rawit sebesar 6,15 persen atau Rp 76.793/kg. Untuk bawang merah, 76,61 persen wilayah mengalami kenaikan harga 8,67 persen dengan harga Rp 45.872/kg," terang Adininggar Widyasanti.
Di akhir acara, Asisten II Setdakab, Asli Samin, menyampaikan Surat Edaran Gubernur Bengkulu tentang pengendalian inflasi daerah.