Pemprov Bengkulu Imbau Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan 1447 H
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati perbedaan dalam penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah demi menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama.
“Perbedaan itu adalah rahmat. Metode penghitungan memiliki dasar dan argumentasi masing-masing. Jika ada perbedaan dalam memulai puasa tahun ini, mari kita hormati,” ujar Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, pada Selasa (17/2).
Ia menekankan pentingnya menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kegembiraan dan menjadikannya momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Sebagai bentuk kesiapan menyambut Ramadan, Pemprov Bengkulu telah menyiapkan sejumlah agenda, antara lain:
- Pasar murah dan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok
- Pelayanan kesehatan selama bulan puasa
- Santunan dan bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu
- Program Retret Merah Putih selama 72 jam bagi ASN di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, guna membentuk karakter ASN yang beriman dan berintegritas
Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu turut berpartisipasi dalam pemantauan hilal sebagai bagian dari rukyatul hilal nasional. Hasil pengamatan menunjukkan hilal belum terlihat karena masih di bawah kriteria visibilitas MABIMS.
Pemerintah melalui Kementerian Agama RI secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers.
Namun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang mereka anut.
“Perbedaan metode menjadi dasar perbedaan penetapan awal Ramadan. Yang terpenting adalah saling menghormati dan menjaga ukhuwah,” tegas Khairil.