Kemenag Rejang Lebong Gelar “Lebaran Yatim dan Disabilitas”, Santuni 700 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong menyelenggarakan kegiatan “Lebaran Yatim dan Disabilitas” dengan menyantuni 700 anak yatim dan 8 anak penyandang disabilitas pada Jumat (04/07/2025) pagi. Acara tersebut berlangsung di Kantor Kemenag Rejang Lebong mulai pukul 08.30 WIB.
Santunan yang diberikan berupa paket sembako, alat tulis dari Kemenag, serta uang tunai yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Rejang Lebong, Andi Aprianto, SE; Kabag Kesra Setdakab, Herwin Wijaya Kesuma, M.Pd.; Ketua Baznas, Faisal Najarudin, S.Sos.; serta sejumlah kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah.
“Pemkab sangat mendukung program ‘Lebaran Yatim dan Disabilitas’ ini. Saat ini, kami telah menggulirkan program orang tua asuh yang menyantuni 1.260 anak yatim. Para orang tua asuh terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan seluruh pejabat eselon II hingga IV,” ujar Andi Aprianto dalam sambutannya.
Ia menambahkan, program tersebut terus terbuka untuk anak yatim yang belum terdaftar. “Silakan mendaftar di Bagian Kesra Setda. Semoga di hari Jumat yang penuh berkah ini, seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT,” lanjutnya.
Kepala Kemenag Rejang Lebong, H. Lukman, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua program Lebaran Yatim yang dilakukan pihaknya.
“Persiapannya hanya tiga hari, sejak 30 Juni 2025. Kami langsung berkoordinasi dengan Kabag Kesra, Baznas, KUA, dan madrasah. Ternyata seluruh pihak mendukung. Dalam tiga hari, kami berhasil mengumpulkan 708 paket sembako, alat tulis, serta santunan uang tunai dari Baznas,” ungkap Lukman.
Ia menjelaskan bahwa program ini juga sejalan dengan kebijakan Bupati Rejang Lebong, HM. Fikri, SE., M.AP., yang menggagas program orang tua asuh untuk anak yatim. Selain itu, ia menyebutkan bahwa kegiatan serupa tidak terbatas pada momentum Bulan Muharam.
“Program santunan anak yatim tidak hanya dilakukan di Bulan Muharam. Bahkan, Dharma Wanita Persatuan Kemenag juga rutin melaksanakan program Jumat Berkah,” tuturnya.
Lukman juga mengingatkan makna penting Bulan Muharam yang dikenal sebagai bulan penuh peristiwa bersejarah, seperti diterimanya doa Nabi Adam dan keselamatan umat Nabi Musa dari kejaran Firaun saat menyeberangi Laut Merah.