Skip to main content
x
Polres Mukomuko Pastikan Kamtibmas Kondusif dan Rasa Aman Masyarakat, 11/05/2026 (Ari/Mediasinardunia.com)

Intensifkan Patroli di Titik Rawan, Polres Mukomuko Pastikan Kamtibmas Kondusif dan Rasa Aman Masyarakat

Mukomuko, Mediasinardunia.com – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Mukomuko terus meningkatkan intensitas kegiatan patroli di sejumlah titik strategis yang tersebar di seluruh wilayah hukumnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan dan mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini. Patroli dilakukan secara rutin, berkelanjutan, dan bergantian oleh personel gabungan, baik pada siang maupun malam hari.
 
Sasaran pengawasan meliputi kawasan permukiman warga, pusat keramaian seperti pasar dan pertokoan, fasilitas umum, objek vital nasional, kawasan perkantoran, hingga ruas jalan utama dan jalur sepi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap tindak kriminalitas.
 
Kehadiran personel berseragam di lapangan diharapkan memberikan efek jera sekaligus menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas. Tidak hanya berkeliling melakukan pengawasan, anggota patroli juga mengedepankan pendekatan yang dialogis dan humanis. Di sela kegiatan, petugas menyempatkan diri menyapa warga, berinteraksi dengan tokoh masyarakat, petugas ronda, hingga para pedagang kaki lima.
 
Dalam komunikasi tersebut, pihak kepolisian menyampaikan imbauan terkait kamtibmas, agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling), tidak mudah terprovokasi oleh isu atau berita yang belum jelas kebenarannya, serta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau melalui layanan darurat 110 apabila menemukan hal atau aktivitas yang mencurigakan.
 
Fokus patroli juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan nyata di lapangan. Beberapa di antaranya adalah aksi balap liar yang meresahkan, praktik premanisme di pusat kegiatan ekonomi, peredaran dan konsumsi minuman keras, tindak pencurian, pencurian kendaraan bermotor, hingga potensi konflik sosial di masyarakat.
 
Khusus di ruas jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas dan kerap dijadikan lokasi balap liar, personel ditempatkan secara stasioner pada jam-jam tertentu sekaligus memberikan teguran yang bersifat simpatik serta himbauan keselamatan kepada pengguna jalan.
 
Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., menegaskan bahwa patroli rutin merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. “Polri tidak akan pernah lelah hadir untuk menjaga dan melindungi masyarakat. Patroli ini adalah bentuk nyata pelaksanaan tugas kami dalam melindungi, mengayomi, dan melayani warga. Tujuannya agar masyarakat dapat bekerja, bersekolah, berdagang, hingga beribadah dengan tenang dan aman tanpa rasa waswas,” tegasnya.
 
AKBP Riky juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjadi "polisi bagi lingkungannya" masing-masing. “Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Jika melihat orang tidak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan, adanya pesta minuman keras, atau aksi balap liar, mohon segera melapor. Sekecil apapun informasi yang disampaikan warga sangat berharga bagi kami untuk segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
 
Untuk memperluas jangkauan pengamanan, Polres Mukomuko juga memaksimalkan peran seluruh Polsek jajaran agar melakukan langkah serupa di wilayah kewenangannya masing-masing. Sinergitas juga terus dibangun bersama unsur TNI, Satpol PP, dan petugas keamanan swakarsa, terutama di kawasan perbatasan wilayah dan pusat aktivitas pada malam hari. Selain itu, patroli juga menyasar pengawasan jam operasional tempat hiburan dan kafe agar tetap berjalan sesuai aturan dan perizinan yang berlaku.
 
Dengan peningkatan intensitas patroli serta pola pendekatan yang humanis, Polres Mukomuko berkomitmen penuh menjaga stabilitas kamtibmas. Harapannya, seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari petani yang bertani di ladang, nelayan melaut, pedagang berdagang di pasar, hingga anak-anak yang pergi ke sekolah, dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman tanpa gangguan berarti.