Skip to main content
x
Wakil Bupati Hendri Pimpin Upacara Hardiknas 2025 dengan Nuansa Budaya di Rejang Lebong, 08/05/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Wakil Bupati Hendri Pimpin Upacara Hardiknas 2025 dengan Nuansa Budaya di Rejang Lebong

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di halaman Kantor Bupati pada Kamis, 8 Mei 2025, dengan suasana yang berbeda. Seluruh peserta dan undangan mengenakan busana adat nusantara, mencerminkan kekayaan budaya serta semangat kebinekaan dalam pendidikan. Hanya pasukan TNI, Polri, Satpol PP, dan Damkar yang tetap mengenakan seragam dinas harian dalam upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut.

Sejumlah pejabat hadir, termasuk Ketua DPRD Juliansyah, Ketua Pengadilan Negeri Santonius Tambunan, SH, MH, Sekretaris Daerah Yusran Fauzi, ST, serta perwakilan TNI, Polri, dan organisasi perempuan seperti Dharma Wanita, Bhayangkari, dan Persit Chandra Kirana.

Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang dibacakan Wabup Hendri, ditegaskan bahwa Hardiknas semestinya tidak hanya berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat dedikasi dan komitmen bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pendidikan adalah jalan utama untuk membangun kepribadian, akhlak, dan peradaban bangsa. Pendidikan menumbuhkan fitrah manusia agar memiliki kecerdasan dan keterampilan demi kesejahteraan lahir dan batin,” ujar Wabup Hendri.

Ia juga menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas dalam Asta Cita keempat. Pemerintah pusat, lanjutnya, telah mulai melakukan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas guru sejak Oktober 2024. “Guru harus menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban. Bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing, menjadi konselor, bahkan orang tua kedua bagi murid,” kata Hendri.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan media, untuk turut serta dalam membangun pendidikan. Menurutnya, keterbatasan sumber daya pemerintah membutuhkan gotong royong dan partisipasi luas dari publik. 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Effendi, M.Pd., menyampaikan harapannya agar masyarakat aktif berperan dalam proses pendidikan anak-anak. “Peran orang tua sangat penting. Kami juga mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mutu belajar-mengajar terus membaik,” ujar Zakaria.

Upacara Hardiknas tahun ini di Rejang Lebong tidak hanya menjadi refleksi nasionalisme dan budaya, tetapi juga penegasan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif demi masa depan generasi bangsa.