Skip to main content
x
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan mengadakam pesantren kilat Ramadhan 1446 H/2025 M bagi para siswa siswi SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Asahan, Kamis 20/03/2025.(ib85/mediasinardunia.com)

Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H: Pemkab Asahan Berikan Kesempatan kepada Siswa SMP se-Kabupaten Asahan

Asahan, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menyelenggarakan pesantren kilat Ramadhan 1446 H/2025 M bagi siswa SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Asahan, pada Kamis (20/03/2025).

Pesantren kilat Ramadhan ini dilaksanakan di 8 lokasi dan pembukaannya dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Asahan. UPTD SMP Negeri 1 Pulau Rakyat dibuka oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi, UPTD SMP Negeri 1 Bandar Pasir Mandoge dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Asahan H Efi Irwansyah Pane MKM, UPTD SMP Negeri 2 Kisaran dibuka oleh Kajari Asahan Basril G SH MH, UPTD SMP Negeri 1 Simpang Empat dibuka oleh Ketua PN Kisaran Yanti Suryani SH MH, UPTD SMP Negeri 1 Kisaran dibuka oleh Kapolres Asahan AKBP Afdhal Junaidi SIK MM MH, UPTD SMP Negeri 1 Tinggi Raja dibuka oleh Dandim 0208/Asahan, UPTD SMP Negeri 2 Sei Kepayang Barat dibuka oleh Pasminlog Lanal TBA Kapten Laut (P) Kurniawan, dan UPTD SMP Negeri 1 Bandar Pulau dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan.

Dalam pidatonya, Forkopimda Kabupaten Asahan menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik, membantu mereka menjalankan ibadah puasa dengan tenteram dan gembira, membentuk karakter spiritual yang tangguh, serta membantu mereka memahami ajaran Islam.

"Mari kita berpesan kepada panitia, Guru Pendamping, Kepala Sekolah, dan penanggung jawab kegiatan agar memberikan bimbingan yang baik kepada peserta didik, menjaga keamanan, ketertiban, pendidikan, dan materi yang berkualitas," ungkapnya.

Forkopimda juga mengajak seluruh peserta didik yang mengikuti acara ini untuk menerapkan nilai-nilai yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam masyarakat, bangsa, keluarga, maupun beragama. Hal ini penting karena perbuatan baik yang sesuai dengan ajaran agama seharusnya menjadi prinsip hidup sehari-hari, bukan hanya saat berada di pesantren kilat ini. Mereka juga diingatkan untuk menjauhi perbuatan yang melanggar etika dalam agama seperti geng motor, penggunaan hp berlebihan, pergaulan bebas, narkoba, dan perbuatan buruk lainnya.

"Teruslah belajar dengan tekun, giat, dan disiplin. Semoga harapan kita bersama untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik," harap Forkopimda. (ib85)