Perayaan Suroan di Bengkulu Tengah: Bupati Rachmat Riyanto Dukung Pelestarian Budaya di 1 Muharram 1447 Hijriah
Bengkulu Tengah, Mediasinardunia.com – Dalam rangka memperingati 1 Muharram 1447 Hijriah, Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP, menghadiri kegiatan Suroan yang digelar oleh Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Tri Purwo Budoyo di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Pondok Kubang, pada Rabu (02/07/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya warisan leluhur yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Sugeng Oswari, S.Kom., M.Si.; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Tomi Marisi, M.Si.; Camat Pondok Kubang, Ferry Aprianto; Kepala Desa Margo Mulyo, Syaifurohman; Ketua Paguyuban Tri Purwo Budoyo, Kasno; serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Kasno, Ketua Paguyuban Tri Purwo Budoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak lama di Desa Margo Mulyo sebagai bentuk penghormatan terhadap datangnya tahun baru Islam.
“Ini adalah agenda rutin kami setiap 1 Muharram. Melalui kesenian kuda kepang, kami ingin melestarikan nilai-nilai budaya dan menjalin kebersamaan warga,” jelas Kasno.
Sementara itu, Kepala Desa Margo Mulyo, Syaifurohman, mengatakan bahwa tradisi ini adalah kekayaan budaya lokal yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
“Suroan adalah warisan nenek moyang kami yang menjadi identitas budaya desa. Kami berkomitmen melestarikan tradisi ini untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Camat Pondok Kubang, Ferry Aprianto, juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan berharap akan berdampak positif bagi kemajuan desa.
“Kami berharap dengan kegiatan seperti ini, masyarakat Desa Margo Mulyo dapat terus berprestasi, bahkan sampai ke tingkat nasional,” harapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bengkulu Tengah menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya masyarakat Desa Margo Mulyo dalam melestarikan budaya lokal. Ia menekankan pentingnya menjadikan malam 1 Muharram atau malam Suro sebagai momentum untuk refleksi diri.
“Desa Margo Mulyo adalah salah satu desa yang luar biasa dalam memeriahkan malam Suro. Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Malam ini, kita merenung, mengingat apa yang telah dilakukan di tahun sebelumnya, dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang akan datang. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat ridho dari Allah SWT,” ujar Bupati Rachmat Riyanto.
Acara puncak kemudian ditutup dengan penampilan kesenian kuda kepang dan reyog oleh Paguyuban Tri Purwo Budoyo, yang berhasil memukau para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan jati diri daerah.