Pemprov Bengkulu dan BI Gelar BIG RIRU 2026, Dorong Percepatan Investasi Usai Realisasi 2025 di Bawah 50 Persen
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia resmi memperkuat sinergi strategis guna mendorong percepatan investasi daerah melalui gelaran Bencoolen Investment Gathering (BIG) RIRU 2026. Forum yang berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu pada Senin (09/02/2026) menjadi momentum krusial dalam menyatukan langkah antara otoritas moneter dan pemerintah daerah demi memperkuat ekonomi provinsi.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, yang membuka acara secara resmi menegaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema tentang sinergi dan akselerasi proyek unggulan. Menurutnya, investasi adalah instrumen kunci yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menurunkan tingkat kemiskinan di Bengkulu.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Denni, ia menekankan fokus pembangunan tahun 2026 pada penguatan transformasi ekonomi dan produktivitas sektor-sektor prioritas yang berkelanjutan. “Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu memfokuskan pembangunan pada penguatan transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, investasi menjadi katalis utama percepatan pembangunan,” kata R.A. Denni.
Meskipun memiliki potensi besar, Denni mengakui realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp11,5 triliun masih terkendala dan berada di bawah angka 50 persen. Sejumlah tantangan seperti kesiapan dokumen pendukung, ketersediaan data tata ruang, hingga keterbatasan infrastruktur penunjang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan secara kolektif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memberikan analisis mendalam bahwa realisasi investasi tahun lalu mengalami penurunan secara spasial dan sektoral. Ia menyoroti pentingnya pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai sebagai pusat logistik strategis yang saat ini masih memerlukan percepatan penyelesaian studi kelayakan dan penyesuaian aturan tata ruang.
Arah investasi masa depan Bengkulu kini difokuskan pada sektor hilirisasi industri pengolahan, ketahanan pangan, hingga pengembangan pariwisata yang lebih modern dan terintegrasi. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui Regional Investment Relations Unit (RIRU) diharapkan mampu memastikan proyek-proyek unggulan daerah benar-benar siap ditawarkan kepada para investor global.
Menutup rangkaian forum tersebut, R.A. Denni mengajak seluruh dunia usaha dan lembaga keuangan untuk terus berkolaborasi menciptakan iklim investasi yang kompetitif. “Melalui forum BIG 2026 ini, kami berharap lahir gagasan dan rekomendasi strategis yang mampu mendorong percepatan realisasi investasi serta mendukung terwujudnya Bengkulu yang siap dan kompetitif sebagai tujuan investasi,” ujarnya.