Skip to main content
x
Pemprov Bengkulu Bersama Korem 041/Gamas Gelar Rakor Latihan Kesiapsiagaan Bencana Megathrust 2026, 09/04/2026 (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemprov Bengkulu Bersama Korem 041/Gamas Gelar Rakor Latihan Kesiapsiagaan Bencana Megathrust 2026

Bengkulu, Mediasinardunia.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Komando Resor Militer (Korem) 041/Garuda Emas (Gamas) menggelar Rapat Koordinasi Latihan Kesiapsiagaan Nasional Bencana Alam Megathrust Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis (9/4/2026).
 
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan berbagai pihak menghadapi kemungkinan bencana besar, khususnya gempa bumi megathrust yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat Sumatra.
 
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang membuka kegiatan menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menekankan perlunya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, TNI, lembaga penanggulangan bencana, serta seluruh pemangku kepentingan.
 
Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki tingkat kerawanan tinggi karena berada di jalur geologi aktif dunia. “Persiapan menghadapi potensi bencana harus dilakukan bersama dengan melibatkan seluruh pihak. Bengkulu berada di jalur Cincin Api Pasifik sehingga risiko gempa bumi cukup besar. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya dalam sambutan.
 
Bengkulu Berada di Kawasan Rawan Bencana
 
Secara geografis, Provinsi Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatra yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Posisi ini menempatkannya dekat zona subduksi pertemuan lempeng tektonik, yang dikenal sebagai salah satu sumber gempa besar berpotensi memicu fenomena megathrust—gempa berkekuatan sangat besar akibat pergeseran lempeng secara masif.
 
Selain gempa, wilayah ini juga berisiko mengalami tsunami, aktivitas vulkanik, hingga tanah longsor. Hal ini disebabkan karakteristik geologis yang kompleks serta posisinya di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire)—sabuk geologi yang mengelilingi Samudra Pasifik dan dikenal memiliki aktivitas gempa serta gunung api paling aktif di dunia. Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan aparat maupun masyarakat.
 
Latihan Kesiapsiagaan Melibatkan Banyak Instansi
 
Sementara itu, Komandan Korem 041/Gamas, Brigadir Jenderal TNI Jatmiko Aryanto, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan latihan kesiapsiagaan bencana nasional yang diprogramkan oleh Kogabwilhan I.
 
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta menyinkronkan peran berbagai instansi dalam menghadapi skenario bencana megathrust. “Rapat koordinasi ini menjadi forum untuk menyelaraskan tugas dan tanggung jawab antarpihak, baik dari pemerintah daerah, TNI, maupun lembaga terkait seperti BPBD. Dengan koordinasi yang baik, respons penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
 
Ia menambahkan, latihan ini tidak hanya dilaksanakan di Bengkulu, tetapi juga melibatkan dua provinsi lain di Sumatra bagian selatan, yaitu Lampung dan Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat mampu memahami mekanisme penanganan bencana secara terpadu, mulai dari tahap mitigasi, evakuasi, hingga penanganan pascabencana.
 
Meningkatkan Kesiapan Daerah dan Masyarakat
 
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap koordinasi ini dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah. Selain meningkatkan kesiapan aparat, latihan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana.
 
Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai instansi lainnya dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material apabila bencana benar-benar terjadi.
 
Dengan adanya latihan kesiapsiagaan nasional ini, Bengkulu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penanganan bencana sekaligus membangun sistem koordinasi yang lebih solid dalam menghadapi potensi gempa megathrust di masa mendatang.