Skip to main content
x
Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Sidak: Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Teknis, Rabu 29/4/2026.(ari/mediasinardunia.com)

Jembatan Air Matan Ambrol, Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Sidak: Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Teknis

BENGKULU, Mediasinardunia.com – Ambrolnya Jembatan Air Matan di wilayah Seluma Selatan memicu perhatian serius dari Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan hari ini, rombongan dewan turun langsung ke lokasi bersama tujuh kepala desa, Pelaksana Tugas (Plt) BPBD, pihak kontraktor, serta perwakilan Dinas PUPR.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan bahwa insiden ini tidak sekadar persoalan teknis biasa, melainkan menyangkut kepentingan publik yang lebih luas, terutama terkait akses transportasi dan keselamatan masyarakat.Rabu (29/4/2026)

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, H. Suharto, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa sidak merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap penggunaan anggaran negara. Menurutnya, setiap proyek infrastruktur harus tepat sasaran dan dikerjakan sesuai standar, terlebih di tengah keterbatasan anggaran.

Kota Bengkulu

“Kehadiran kami di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi memastikan aspirasi masyarakat terjawab dan anggaran digunakan secara benar,” ujarnya di lokasi.
Dari hasil peninjauan awal, Komisi III menemukan sejumlah indikasi yang diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Meski demikian, dewan menegaskan akan tetap mengedepankan pendekatan objektif dengan melibatkan tenaga ahli guna melakukan kajian teknis secara menyeluruh.
Sementara itu, anggota Komisi III lainnya, Madi Husen, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut baru diresmikan sekitar dua bulan lalu. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengingat nilai proyek mencapai sekitar Rp16,4 miliar.

“Kami perlu mengetahui secara rinci spesifikasi teknis, mulai dari ukuran material, bentang jembatan, hingga metode pengerjaannya,” kata dia.
Ia juga menambahkan bahwa dokumen kontrak proyek saat ini tengah diminta oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kepentingan pemeriksaan. Hal ini dinilai semakin menguatkan perlunya penelusuran lebih lanjut, baik dari sisi teknis maupun administrasi.
Dari aspek teknis, Ir. H. Darmawansyah, M.T., menyoroti pentingnya perencanaan komprehensif dalam pembangunan jembatan. Ia menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima dokumen lengkap seperti perhitungan konstruksi maupun detail engineering design (DED).

Kota Bengkulu

“Setiap pembangunan harus memiliki dasar perhitungan yang jelas, termasuk hasil survei topografi, hidrologi, hidrolika, lingkungan, dan material. Ini yang masih ingin kami pastikan,” tegasnya.
Menurutnya, ketidakjelasan pada tahap perencanaan berpotensi menjadi salah satu penyebab utama kerusakan. Oleh karena itu, pihak konsultan perencana kemungkinan akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Di sisi lain, aspirasi masyarakat turut menjadi perhatian dalam sidak tersebut. Warga mengaku khawatir terhadap keamanan jembatan serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Sejumlah warga bahkan menyampaikan keluhan secara emosional, mencerminkan tingginya harapan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur.
Komisi III mengimbau kontraktor dan pengawas proyek untuk bersikap terbuka dan transparan, khususnya terkait penggunaan material dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

“Tujuan kami bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan kebenaran. Yang terpenting adalah bagaimana jembatan ini ke depan bisa aman, layak digunakan, dan tidak membahayakan masyarakat,” tutup Suharto.
Sidak ini menjadi langkah awal dalam mengungkap penyebab ambrolnya Jembatan Air Matan. Publik kini menanti langkah konkret dan tegas dari seluruh pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang dan pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.