DPRD Bengkulu Kritik Layanan Penerbangan, Garuda Indonesia Tak Lagi Beroperasi
Bengkulu, Mediasinardunia.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Partai Gerindra, H. Suharto, menyampaikan keprihatinannya terkait terbatasnya layanan penerbangan di Bengkulu, khususnya tidak beroperasinya Garuda Indonesia di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di ruang sidang paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (13/4/2026).
Sebagai wakil rakyat, Suharto menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia mempertanyakan minimnya layanan maskapai di Bengkulu yang dinilai berdampak langsung pada mobilitas masyarakat.
“Hal inilah yang membuat kami merasa tidak bisa menerima kondisi saat ini. Sebagai wakil rakyat di Provinsi Bengkulu, kami mempertanyakan mengapa layanan maskapai di Bengkulu terkesan sangat terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, termasuk dari pemberitaan sebelumnya, Gubernur Bengkulu telah mengetahui bahwa Garuda Indonesia saat ini tidak lagi melayani penerbangan ke Bengkulu. Hal ini, kata dia, menimbulkan pertanyaan besar, khususnya bagi DPRD yang bermitra di bidang perhubungan.
Ia menegaskan bahwa Garuda Indonesia merupakan maskapai milik bangsa sekaligus simbol pemersatu Nusantara. Oleh karena itu, ia mempertanyakan alasan tidak adanya layanan maskapai tersebut di Bengkulu.
“Kita ini punya Garuda sebagai simbol pemersatu Nusantara. Kalau Bengkulu tidak mendapatkan layanan itu, lalu ke mana lagi? Ada apa sebenarnya?” tegasnya.
Lebih lanjut, Suharto menjelaskan bahwa kondisi ini telah menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat. Ketersediaan tiket penerbangan menjadi terbatas, bahkan dalam situasi mendesak masyarakat terpaksa membeli tiket kelas bisnis dengan harga tinggi.
“Ini jelas menjadi beban bagi masyarakat. Mencari tiket saja sekarang sulit, apalagi dalam kondisi darurat,” tambahnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu akan membawa persoalan ini ke Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Jakarta.
Ia juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, namun hingga saat ini dinilai belum membuahkan hasil yang maksimal.
“Kami akan menindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan. Harapannya, ada kejelasan dan solusi untuk masyarakat Bengkulu,” tutupnya.
DPRD Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa persoalan berkurangnya penerbangan, khususnya Garuda Indonesia, telah memicu keluhan luas di tengah masyarakat dan akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan ke depan.