Skip to main content
x
Bupati dan Wabup Bengkulu Selatan Resmikan Titik Nol Pembangunan Jembatan Sekunyit Kecil, 31/10/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Bupati dan Wabup Bengkulu Selatan Resmikan Titik Nol Pembangunan Jembatan Sekunyit Kecil

Manna, Mediasinardunia.com - Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan melaksanakan titik nol pembangunan pergantian Jembatan Sekunyit Kecil pada Jumat (31 Oktober). Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu. Perbaikan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan, khususnya di wilayah sekitar Sekunyit.
 
Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin S.Sos, menyampaikan harapannya agar pergantian jembatan ini dapat memperlancar sektor pertanian, pariwisata, serta mempercepat mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kemajuan daerah. "Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait, terutama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu (BPJN), yang pada hari ini telah memulai titik nol pembangunan jembatan penghubung jalan lintas di Selipi. Mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala, sehingga nantinya manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Bengkulu Selatan," papar Rifai di area pembangunan jembatan pada Jumat (31 Oktober).
 
Pihaknya yakin, setelah jalan kembali berfungsi, perekonomian di area tersebut akan meningkat karena banyaknya usaha seperti hasil bumi atau produk lokal, UMKM, wisata alam, pondok pesantren, pembuatan batu bata, serta jalur transportasi barang dan jasa.
 
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengucapkan syukur alhamdulillah karena pembangunan jembatan penghubung jalan lintas Selipi sudah dimulai (titik nol) setelah melalui proses pengusulan yang lumayan panjang ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu (BPJN Bengkulu).
 
"Dengan selesainya jembatan ini nantinya akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Bengkulu Selatan khususnya. Karena, jalan lintas tersebut adalah salah satu jalan sentra produksi, transportasi barang dan jasa. Ada wisata alam Sekunyit, kemudian usaha UMKM dan pondok pesantren. Memang selama ini tetap bisa diakses, walaupun harus memutar lewat jalan Kughawan," sampai Yevri.

Ia berharap setelah selesai nanti, jembatan dapat digunakan kembali sebagaimana fungsinya. Karena akses tersebut juga dapat mempersingkat waktu tempuh untuk transportasi, membuka peluang bisnis baru, dan mempermudah distribusi hasil bumi atau produk lokal seperti sawit, batu bata, dan lain sebagainya.
 
"Semoga pembangunannya kelak berjalan lancar tanpa hambatan, hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Adapun permasalahan sampah yang cukup mengganggu di sepanjang jalan tersebut, setelah jalan selesai, sampah-sampah akan kami bersihkan, baik secara mandiri ataupun secara bergotong royong," pungkas Yevri.