Skip to main content
x
Gubernur Helmi Hasan Kunjungi Kemensos, 16/06/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Gubernur Helmi Hasan Kunjungi Kemensos, Bawa Pulang Kesepakatan Pembangunan Sekolah Rakyat Senilai Rp200 Miliar untuk Bengkulu

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kembali menunjukkan komitmennya untuk membantu rakyat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini terlihat dalam kunjungan kerjanya ke Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) pada Senin (16/06/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Helmi membawa pulang sejumlah kesepakatan strategis, termasuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp200 miliar.

"Kita ke Kementerian Sosial bertemu langsung dengan Pak Menteri, Pak Wakil Menteri, dan Pak Salahuddin. Alhamdulillah, banyak hal penting yang kita bahas demi masyarakat Bengkulu," ujar Helmi Hasan usai pertemuan.

Salah satu hasil pertemuan yang langsung berdampak besar bagi masyarakat Bengkulu adalah persetujuan pembangunan Sekolah Rakyat dari Kemensos RI. Sekolah ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan bagi masyarakat kurang mampu, dengan nilai proyek mencapai Rp200 miliar.

"Bantuan dari Kementerian Sosial untuk pembangunan satu Sekolah Rakyat dengan nilai Rp200 miliar dari Kementerian Sosial untuk Bengkulu," katanya.

Namun, untuk merealisasikan proyek tersebut, Kemensos meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan lahan seluas delapan hektar. Helmi menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera menindaklanjuti permintaan tersebut.

"Kemensos meminta Pemprov Bengkulu menyiapkan lahan 8 hektar untuk pembangunan," tambahnya.

Selain proyek sekolah, Gubernur Helmi juga membahas sejumlah isu strategis lainnya bersama Menteri Sosial dan jajarannya. Salah satunya adalah integrasi program BPJS Kesehatan dalam sistem kesejahteraan sosial terpadu melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG). Program ini diharapkan mampu menyederhanakan dan mengefektifkan pendataan warga miskin, serta mempercepat penyaluran bantuan sosial.

"Selanjutnya, kami melakukan pembahasan tentang BPJS terpadu kesejahteraan sosial/SIKS-NG," terang Helmi.

Gubernur juga membahas penguatan Program Keserasian Sosial dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di beberapa wilayah rawan di Provinsi Bengkulu. Ia menekankan bahwa membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana adalah bagian penting dari perlindungan sosial yang tidak boleh diabaikan.

"Bengkulu adalah wilayah rawan bencana. Oleh karena itu, kami melakukan pembahasan program keserasian sosial dan kegiatan kampung siaga bencana," jelas Helmi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bengkulu juga menyampaikan usulan alokasi Dana Dekonsentrasi Tahun 2026 untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program sosial di daerah, termasuk dukungan dana untuk pengerahan relawan bencana yang selama ini menjadi ujung tombak dalam penanggulangan bencana di daerah-daerah terpencil.

"Kita tidak hanya bicara soal bantuan material, tetapi juga tentang kekuatan sosial kita, termasuk pembahasan dana pengerahan relawan bencana," ujarnya.

Helmi juga menyoroti pentingnya upaya pengurangan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Kemensos sangat penting dalam menyusun strategi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Kita ingin angka kemiskinan di Bengkulu turun secara signifikan, sehingga pembahasan tentang pengurangan angka kemiskinan menjadi sangat penting," tegasnya.

Kunjungan Gubernur Helmi Hasan ke Kemensos menjadi angin segar bagi pembangunan sosial di Bengkulu. Langkah proaktif ini tidak hanya memperkuat sinergi lintas pemerintah, tetapi juga menegaskan bahwa isu pendidikan, kesejahteraan, dan kesiapsiagaan bencana menjadi prioritas nyata Pemprov Bengkulu ke depan. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat dan program terpadu lainnya, harapan untuk Bengkulu yang lebih adil dan sejahtera kian mendekati kenyataan.