Dugaan Penyimpangan Dana CSR Pertamina Terminal Bungus: Turbin Tenaga Air Hanya Untuk Kafe Pribadi, Warga Merasa Dihianati
Sumatra Barat, Mediasinardunia.com - Dugaan penyalahgunaan dan penyimpangan dana CSR PT Pertamina (Persero) Terminal Bungus, di daerah wisata Lubuk Hitam, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Oknum dari pihak Pertamina (berinisial FK) dan oknum partai politik Nasdem (berinisial YC) diduga bekerja sama memainkan sistem, dengan dalih pembuatan turbin tenaga air untuk penerangan masyarakat dan tempat wisata di daerah Lubuk Hitam.

Namun, turbin yang selesai hanya bisa digunakan untuk satu rumah (yang ternyata menjadi kafe milik YC); bahkan pembangunan kafe tersebut juga diduga menggunakan dana CSR yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat. Warga merasa dijadikan tameng, tidak mendapatkan informasi transparan tentang nilai proyek, dan mendesak investigasi serta keterbukaan dari pihak terkait dan berwenang.
Poin-Poin Penting
1. Objek CSR yang Dinyatakan: Turbin tenaga air untuk penerangan masyarakat dan tempat wisata Lubuk Hitam
2. Oknum yang Diduga Terlibat: FK (dari PT Pertamina Terminal Bungus) dan YC (oknum partai Nasdem, mantan calon dewan yang tidak terpilih) di Kecamatan Bungus
3. Dugaan Pelanggaran:
- Ketidaktransparan nilai proyek dan penggunaan anggaran sejak awal
- Penyimpangan dana untuk kepentingan pribadi (pembuatan kafe milik YC)
- Turbin yang selesai tidak sesuai tujuan (hanya bisa untuk satu rumah/kafe, bukan masyarakat)
Reaksi masyarakat dan Ketua RW setempat menegaskan: "Kami merasa dihianati, marah, dan mendesak investigasi serta keterbukaan informasi publik dari pihak PT Pertamina", pada Minggu (14/12/2025). Masalah ini bisa berdampak buruk: merusak citra PT Pertamina Persero Bungus sebagai perusahaan BUMN, serta menghilangkan harapan masyarakat Kecamatan Bungus yang masih banyak belum tersentuh bantuan CSR dari perusahaan BUMN tersebut.