Dinkes Kepahiang Catat 30 Kasus DBD dengan Satu Kematian di Triwulan Pertama 2025
Kepahiang, Mediasinardunia.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang mencatat sebanyak 30 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang warga Kepahiang pada triwulan pertama tahun 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, M.Si, mengungkapkan bahwa dari 30 kasus tersebut, satu di antaranya berujung pada kematian.
Diketahui ada berbagai faktor penyebab demam berdarah dengue, antara lain virus dengue, nyamuk Aedes aegypti, kondisi lingkungan, kesehatan, usia, dan kebiasaan hidup. Selain itu, kondisi kesehatan yang lemah, seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung, juga menjadi faktor risiko. Sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang bisa disebabkan oleh malnutrisi, penyakit kronis, atau penggunaan obat-obatan tertentu, turut berkontribusi pada kerentanan terhadap DBD.
"Sampai dengan Maret lalu, data penderita DBD sudah mencapai 30 kasus. Rinciannya adalah 8 kasus DBD pada Januari, 12 kasus DBD pada Februari, dan 10 kasus DBD pada bulan Maret. Satu di antaranya meninggal dunia," jelas Tajri.
Di sisi lain, Tajri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit DBD, terutama saat kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini.
"Kondisi cuaca hujan seperti ini harus meningkatkan kewaspadaan kita terhadap DBD, sehingga kebersihan lingkungan perlu lebih diperhatikan," ungkap Tajri.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan pola makan yang sehat dan teratur. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah demam berdarah dengue.