Kaur -Mediasinardunia.com- Dalam mengatasi permasalahan sampah serta meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat Pemda Kaur bersama Ormas Pergerakan Suara Rakyat Indonesia(PSRI) dan Kades akan mendirikan Bank sampah.
Kedepannya dalam waktu dekat disetiap kecamatan akan ada 5 desa yang akan dijadikan pilot project atau contoh Bank sampah, dengan begitu akan ada 75 desa yang memiliki Bank sampah di kabupaten Kaur
Kegiatan pendirian Bank sampah dibuka oleh Bupati Kaur H. Lismidianto, SH. MH di Gedung Serba Guna (GSG) Padang Kempas, selasa (21/03/2023)
Dalam kesempatan tersebut Bupati Kaur sangat mengapresiasi ide dan gagasan pendirian Bank sampah karena apabila berjalan permasalahan sampah yang ada di Kaur akan mudah diatasi.
"Bank sampah adalah tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilih pilih, tentunya agar berjalan harus memiliki konsep pengumpulan sampah serta manajemen layaknya perbankan," ujar Bupati Kaur
Bupati juga mengatakan manajemen atau pengelola bank sampah sama seperti manajemen perbankan atau Bank.
Tetapi yang membedakan kalau manajemen Bank atau perbankan yang ditabung uang sedangkan manajemen Bank sampah yang ditabung sampah yang memiliki nilai ekonomi dan juga pada akhirnya menghasilkan uang.
Masyarakat pengumpul sampah diberi buku tabungan sehingga sampah yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi. Apabila hal itu berjalan maka tidak akan ada lagi sampah yang berserakan di Kaur.
Pendirian Bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus bersama - sama sehingga manfaat ekonomi maupun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat dirasakan sehingga terwujud Kaur berseri.
"Dengan konsep yang ada serta desa yang ditetapkan sebagai pilot project atau contoh kades bisa paham dan mengerti mengenai Bank sampah baik tentang mekanismenya, tujuan dan cara pengelolaan Bank sampah itu sendiri", imbuh Bupati
(Rahmayuni)