Skip to main content
x
Sekda Rejang Lebong Peringati Idul Adha 1447 H, 27/05/2026 (Diky/Mediasinardunia.com)

Peringati Idul Adha 1447 H, Sekda Rejang Lebong Sampaikan Tiga Pesan Penting Maknai Kurban dan Persatuan

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, SE, MM, bersama istri menunaikan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitul Makmur, Curup, pada Rabu (27 Mei 2026) pukul 07.15 WIB.
 
Ibadah salat Idul Adha yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan itu dipimpin oleh Imam Hernedi Ma’ruf, SQ, S.Ag, MPd.I. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, beserta istri, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Curup. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag, MPd.I, bertindak sebagai khatib.
 
Tiga Pesan Penting Idul Adha 1447 H
 
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Iwan Sumantri membacakan sambutan tertulis Penjabat (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP, M.Si.
 
Dalam sambutannya disampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum berharga untuk memperkuat keimanan serta meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
 
“Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan kurban, melainkan momentum untuk mencerminkan kembali ketaatan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah,” tegas Sekda saat membacakan sambutan.
 
Di hadapan ribuan jamaah, Sekda juga menyampaikan tiga pesan utama dalam memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
 
Pesan pertama berkaitan dengan semangat berkurban. Masyarakat diajak menjadikan momen ini sebagai sarana membuang sifat egois, kikir, dan mementingkan diri sendiri. Menurutnya, hewan kurban yang disembelih merupakan simbol upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan bantuan.
 
Pesan kedua, pentingnya memperkuat kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat luas. Momentum Idul Adha diharapkan mampu menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan rasa saling memiliki dan kepedulian terhadap tetangga maupun saudara yang kurang beruntung.
 
“Melalui momen Idul Adha ini, seluruh elemen masyarakat Rejang Lebong harus terus memupuk kepedulian terhadap sesama dan memperkuat kebersamaan,” ujar Sekda.
 
Pesan ketiga, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan demi mendukung kelancaran pembangunan daerah. Di tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen penuh untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, yang dilandasi semangat gotong royong dan keikhlasan berkorban demi kepentingan umum.
 
“Dengan semangat gotong royong dan keikhlasan berkorban untuk kepentingan bersama, kita optimistis mampu mewujudkan Rejang Lebong yang lebih mandiri dan sejahtera,” tambahnya.
 
Campakkan Sifat Angkuh dan Sombong
 
Sementara itu, dalam khutbahnya, Kepala Kemenag Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan nilai keimanan, ketakwaan, dan keikhlasan dalam menjalankan segala perintah Allah SWT serta menjauhi larangan-Nya.
 
“Campakkan jauh-jauh sifat angkuh dan sombong yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah. Apapun kebesaran yang kita sandang, sesungguhnya kita kecil di hadapan Allah. Betapapun perkasa diri kita, kita tetap lemah di hadapan Allah,” pesan Rahman.
 
Ia menjelaskan, Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, yakni momentum di mana umat Islam dari seluruh dunia melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji. Pakaian ihram berwarna putih yang dikenakan para jamaah haji menjadi simbol persamaan derajat seluruh umat manusia, tanpa memandang harta dan jabatan, di hadapan Allah SWT.
 
Rahman Umar juga menguraikan makna Idul Adha sebagai Idul Kurban, yang merujuk pada kisah agung Nabi Ibrahim AS saat diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Berkat ketaatan dan keikhlasan yang luar biasa, Nabi Ibrahim bersedia menjalankan perintah tersebut hingga akhirnya Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk penghargaan atas keimanan dan kepatuhan beliau berdua.
 
1.210 Hewan Kurban Disembelih di Seluruh Kabupaten
 
Pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, tercatat sebanyak 1.210 ekor hewan kurban disembelih yang tersebar di 15 kecamatan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya semangat beribadah dan nilai kepedulian sosial yang dimiliki oleh masyarakat Rejang Lebong.
 
“Perayaan Idul Adha tahun ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Curup yang ke-146. Semoga nuansa religius ini menjadikan Kota Curup selalu bersinar, aman, sentosa, baldatun thayyibatun warabbun ghafur (negeri yang baik dan Tuhan Yang Maha Pengampun), yang senantiasa dilandasi keimanan dan ketakwaan seluruh masyarakatnya,” harap Rahman Umar.
 
11 Sapi dan 2 Kambing Kurban di Masjid Agung
 
Usai pelaksanaan Salat Idul Adha, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan 11 ekor sapi dan 2 ekor kambing kurban di halaman belakang Masjid Agung Baitul Makmur Curup.
 
Ketua Badan Keluarga Masjid (BKM) Masjid Agung Baitul Makmur Curup, Drs. Muradi, menjelaskan bahwa daging kurban tersebut selanjutnya dibagikan kepada 590 warga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
 
“Daging kurban ini kita bagikan kepada 590 masyarakat yang berhak menerima,” ungkap Muradi yang turut memimpin langsung pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebut.