Menolak Menyerah pada Terik: Ketika Keringat Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Menyatu Demi Jalan Masa Depan
BOJONEGORO, Mediasinardunia.com - Terik matahari yang menyengat di atas langit Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tak sedikit pun melunturkan semangat prajurit TNI dan warga setempat, Sabtu (8/8/2026).
Di Dusun Mundu, debu dan panas justru menjadi saksi bisu perjuangan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dalam mempercepat penyelesaian pengerjaan berem (bahu) jalan cor.
Bukan perkara mudah untuk merapikan bahu jalan di kawasan ini. Keterbatasan akses jalan membuat truk pengangkut material tidak bisa langsung menumpahkan muatan di titik target.
Namun, halangan geografis itu tak lantas menyurutkan langkah. Dengan menggunakan gerobak dorong (sorong), cangkul, hingga pengangkutan secara bertahap, material pedel uruk dipindahkan sedikit demi sedikit.
Ceceran batu pedel putih dan tanah urukan itu diangkut secara beranting. Keringat yang menetes dari dahi para prajurit berpakaian loreng bersama warga desa dibayar lunas oleh semangat gotong royong yang membuncah.
Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa tantangan medan adalah hal biasa yang harus ditaklukkan demi masyarakat.
“Pekerjaan terus kami kebut. Meskipun ada keterbatasan dalam pengangkutan material, kami tetap berupaya agar pembangunan berjalan sesuai target,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.
Menurutnya, prinsip pantang menyerah menjadi kunci utama. Medan yang terbatas justru menguatkan ikatan kekeluargaan antara prajurit TNI dan masyarakat Desa Kesongo.
Setiap sekop pedel yang diratakan adalah wujud pengabdian nyata untuk memberikan akses jalan yang lebih aman dan nyaman.
Dengan diratakannya berem jalan cor ini, kekhawatiran warga akan bahaya bahu jalan yang anjlok atau licin kini terkikis.
Pembangunan jalan ini diharapkan tak hanya melancarkan mobilitas sehari-hari, tetapi juga mengakselerasi roda ekonomi dan aktivitas pertanian warga Desa Kesongo ke depannya.