Skip to main content
x
BI Optimistis Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,6–5,2 Persen pada 2026

BI Optimistis Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,6–5,2 Persen pada 2026

BENGKULU , Mediasinardunia.com -  Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu optimistis perekonomian Bengkulu pada 2026 mampu tumbuh di kisaran 4,6 hingga 5,2 persen meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian akibat dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuana, dalam Sarasehan Perekonomian Bengkulu yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bengkulu Edisi Mei 2026 dan Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I Tahun 2026. Sarasehan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, akademisi, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dalam paparannya, Wahyu menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen sebagai langkah menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain kebijakan moneter, BI juga terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing. Upaya tersebut diperkuat dengan perluasan kerja sama transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) bersama sejumlah negara mitra guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Wahyu menegaskan, transformasi digital pada sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, digitalisasi mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi tanpa harus menaikkan tarif.
“Digitalisasi membantu pemerintah daerah mengoptimalkan potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal,” ujarnya.

Ia menilai Bengkulu memiliki potensi besar di berbagai sektor unggulan, mulai dari perkebunan, pertanian, pertambangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan percepatan investasi, pembangunan infrastruktur, serta kepastian hukum agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, BI juga mendorong pengembangan hilirisasi komoditas unggulan Bengkulu, termasuk kopi yang dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Pada sektor pengembangan sumber daya manusia, Bank Indonesia terus memperluas program beasiswa bagi mahasiswa di Bengkulu. Saat ini, jumlah penerima beasiswa BI telah mencapai sekitar 132 mahasiswa. Program tersebut juga diiringi dukungan terhadap berbagai kegiatan penelitian di perguruan tinggi.

Di bidang ekonomi syariah, Wahyu mengapresiasi capaian Provinsi Bengkulu yang berhasil meraih penghargaan nasional dalam peningkatan literasi keuangan syariah. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Bengkulu.

Menutup paparannya, Wahyu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi guna mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki Provinsi Bengkulu.

“Potensi Bengkulu sangat besar. Dengan sinergi, kolaborasi, serta iklim investasi yang semakin baik, kami optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus meningkat dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” pungkasnya.